Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia: Kenali 4 Jenis Gangguan Mental Ini, yang ke-3 Berisiko Terkena Pelanggaran HAM

Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia: Kenali 4 Jenis Gangguan Mental Ini, yang ke-3 Berisiko Terkena Pelanggaran HAM

Helmi Yaningsi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini,id. Jakarta- 10 Oktober 2021 merupakan peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia. Peringatan ini diadakan guna meningkatkan kesadaran dan menyebarkan edukasi tentang gangguan kesehatan mental di seluruh dunia.

Di tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuat kegiatan yang bertema "Perawatan kesehatan mental untuk semua: mari kita wujudkan" atau "Mental health care for all: let's make it a reality".

Tema ini dipilih, mengingat dampak besar yang terjadi akibat pandemic Covid-19. Kesehatan mental menjadi salah satu yang menjadi dampak terbesar dari pandemi ini. WHO menyebutkan, pandemi telah memengaruhi kesehatan mental banyak orang di semua kalangan umur dan pekerjaan.

WHO di tahun 2019 telah membuat rangkuman terkait jenis-jenis gangguan kesehatan mental dengan wujud yang berbeda-beda.

Lebih lanjut, WHO menjelaskan bahwa permasalahan yang melibatkan mental terus bertambah di semua negara di dunia. Hal ini berdampak signifikan terhadap Hak Asasi Manusia, ekonomi, serta kesehatan dan konsekuensi sosial.

Dilansir dari SindoNews, berikut beberapa jenis gangguan mental:

  1. Depresi

Depresi adalah gangguan mental yang umum dan salah satu penyebab utama disabilitas di seluruh dunia.

Depresi ditandai dengan kesedihan, kehilangan minat atau kesenangan, perasaan bersalah atau rendah diri, gangguan tidur atau nafsu makan, kelelahan, dan konsentrasi yang buruk.

Orang dengan depresi kemungkinan juga memiliki banyak keluhan fisik, namun tanpa penyebab fisik yang jelas.

Depresi dapat berlangsung lama atau berulang, dan secara substansial mengganggu kemampuan orang untuk menjalankan peran di tempat kerja atau sekolah, serta dalam melakoni kehidupan sehari-hari.

Pada tingkat yang paling parah, depresi dapat menyebabkan bunuh diri.

  1. Bipolar

Bipolar merupakan gangguan kesehatan mental yang berhubungan dengan perubahan suasana hati ekstrem.

Perubahan suasana hati yang dialami oleh penderita bipolar mencakup emosi tertinggi (sangat senang yang disebut fase manik atau hipomanik untuk yang lebih ringan) dan terendah (sangat murung atau depresi).

Fase manik melibatkan suasana hati yang meningkat atau mudah tersinggung, aktivitas berlebihan, bicara cepat, harga diri yang meningkat, dan penurunan kebutuhan untuk tidur.

  1. Skizofrenia

Skizofrenia merupakan gangguan kesehatan mental parah.

Skizofrenia ditandai dengan distorsi dalam berpikir, persepsi, emosi, bahasa, rasa diri, dan perilaku.

Gangguan skizofrenia yang umum termasuk halusinasi (mendengar, melihat atau merasakan hal-hal yang tidak ada) dan delusi (kepercayaan palsu yang tetap atau kecurigaan yang dipegang teguh bahkan ketika ada bukti sebaliknya).

Pengidap skizofrenia rentan menerima stigma dan diskriminasi, bahkan dituding gila. Mereka berisiko tinggi terkena pelanggaran hak asasi manusia, seperti pemasungan.

  1. Demensia

Demensia biasanya bersifat kronis atau progresif di mana ada penurunan fungsi kognitif (yaitu kemampuan untuk memproses pemikiran) melampaui penurunan karena penuaan normal.

Gangguan ini mempengaruhi memori, berpikir, orientasi, pemahaman, perhitungan, kapasitas belajar, bahasa, dan penilaian.

Demensia disebabkan oleh berbagai penyakit dan cedera yang mempengaruhi otak, seperti penyakit Alzheimer atau stroke.