Viral Peretas Muda Temukan Celah Kebocoran Data Pemilih KPU, Rawan Diserang Hacker

Viral Peretas Muda Temukan Celah Kebocoran Data Pemilih KPU, Rawan Diserang Hacker

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkini.id - Bayu Freda, adalah salah seorang peretas muda yang merupakan penggiat bug (bug hunter) di berbagai situs. Baru-baru ini, Bayu Freda mengungkapkan kekecewaannya karena laporan tentang potensi kebocoran data base pemilih dari situs KPU kurang direspons oleh pemerintah. "Mas Bayu Freda dkk ini termasuk peretas muda langka dan berbakat. Ia menemukan celah kritikal di situs KPU yang berpotensi bocornya database pemilih dalam skala besar (nama, nik, alamat dll). Menurutnya, jika celah ini dimanfaatkan 'penjahat siber', efeknya bisa sangat buruk bagi kredibilitas penyelenggara Pemilu dan keamanan data pribadi warga negara," tulis Teguh Afriyadi yang ikut membantu menyebar kegalauan Freda dia media sosial. Dia menceritakan, Freda dengan baik hati melaporkan potensi kebocoran di situs KPU. Dia ikut menghubungkannya dengan instansi yang memiliki kewenangan soal keamanan siber. "Tapi sepertinya, respons dari penanggung keamanan siber negara ini tidak sesuai ekspektasinya. Mereka menerima laporan celah keamanan yang mungkin hasil riset dan trial berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan ini dengan satu email ucapan terimakasih," katanya lagi.

Peretas yang Punya Niat Baik

Bermula saat dia menemukan bug di situs KPU, dia pun bisa mengantongi data pemilih pada pemilu 2019 yang berupa data pribadi termasuk alamat dan nomor KTP dari seluruh penduduk yang memiliki hak pilih di Indonesia. Jumlah tersebut diklaim berjumlah kurang lebih 200 juta data penduduk. Karena menemukan celah itu, dia pun menilai itu rawan untuk disalahgunakan. [caption id="attachment_141563" align="alignnone" width="625"]Viral Peretas Muda Temukan Celah Kebocoran Data Pemilih KPU, Rawan Diserang Hacker https://news.linuxsec.org/[/caption] Bayu akhirnya melaporkan bug tersebut dengan menghubungi pihak Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan KPU agar bug tersebut segera diperbaiki. Setelah beberapa hari, bug tersebut pun akhirnya memang dipatch atau ditambal. Akan tetapi, kekecewaannya timbul karena pihak BSSN “tidak menghargai” itikad baiknya setelah melaporkan bug tersebut. Dengan laporan tersebut, yangmana data yang dia temukan juga tidak main main (data pribadi penduduk Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu), [caption id="attachment_141564" align="alignnone" width="581"]Viral Peretas Muda Temukan Celah Kebocoran Data Pemilih KPU, Rawan Diserang Hacker https://news.linuxsec.org/[/caption] Bayu mengharapkan setidaknya pihak KPU atau BSSN mengapresiasinya dengan memebrikan sertifikat. Sertifikat tersebut, lanjutnya, pasti bisa digunakan di kemudian hari. Akan tetapi, kenyatannya setelah laporan tentang bug itu disampaikan, bug sudah ditambal, pihak BSSN tidak lagi merespon email yang dikirim oleh Bayu.