Terkini.id, Jakarta - Varian Omicron merupakan varian baru dari Covid-19 yang bisa juga dikenal sebagai garis keturunan B.1.1.529, adalah sebuah varian SARS-CoV-2.
World Health Organization (WHO) menyatakan varian B.1.1.529 atau Omicron pertama kali dilaporkan ke WHO dari Afrika Selatan pada 24 November 2021 yang menyatakannya sebagai varian yang diwaspadai dan menamakannya dari kata Yunani Omicron.
Dilansir dari akun youtube, Sekretariat Presiden, Wiku Adisasmito menyampaikan perkembangan Covid-19, Selasa, 28 Desember 2021.
Juru bicara satgas penangan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan, penyebaran Omicron varian baru Covid-19 seharusnya menjadi peringatan kepada masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan.
“Bagi siapa saja yang belum menjalankan protokol kesehatan secara sempurna dan konsistensi. Serta, bagi siapa saja yang sudah disiplin, langkah tersebut dapat menjadi kunci pemutusan rantai penularan,” kata Wiku.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan, hingga saat ini kasus omicron sudah terdeteksi di 115 negara dengan total kasus lebih dari 184.000 ribu, dimana Negara Inggris menempati posisi pertama dengan jumlah kasus Omicron tertinggi di dunia.
"Melihat tren perkembangan kasus Omicron yang terus meningkat, baik di tingkat global dan nasional, kita harus terus mengantisipasi agar penularan varian ini dapat ditekan seminimal mungkin di Indonesia," jelas Wiku.
Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan, di Indonesia sendiri, terdapat 47 kasus positif Omicron, mayoritas yang terkdeteksi kasus positif tersebut merupakan Warga
Indonesia (WNI) yang telah melakukan perjalanan internasional.
“Jika melihat hasil telaah, data menunjukkan mayoritas kasus positif Omicron merupakan pelaku perjalanan internasional,” ungkapnya.
Ia juga berharap, hal tersebut dapat mendorong pemerintah untuk memperketat pengawasan pada pintu-pintu masuk kedatangan luar negeri.
"Satgas berharap masyarakat juga dapat mengambil peran dalam mencegah masuknya varian Omicron ke Indonesia," tutur Wiku.










