Terkini.id, Jakarta - Hari Purwanto selaku Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) memberikan tanggapannya soal dugaan kasus korupsi Formula E Jakarta dengan pernyataan Novel Baswedan soal bubarkan KPK.
Hari Purwanto menduga bahwa telah terjadi New Oligarki Baswedan karena dugaan kasus korupsi Formula E Jakarta berhubungan dengan pernyataan bubarkan KPK.
Hari Purwanto berujar bahwa terdapat pembagian peran antara Novel Baswedan dan Anies Baswedan.
Sebab Formula E Jakarta dilaksanakan oleh Anies Baswedan yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Sedangkan Novel Baswedan adalah ASN Polri yang diduga masih sakit hati dengan KPK karena tidak lulus Tes Wawasan Kebangsaan.
Terdapat kesan bahwa duo Baswedan ini ingin menutupi dan melindungi kepentingan masing-masing baik secara langsung maupun tidak langsung.
"Pembagian peran terlihat langsung maupun tidak langsung bagi publik yang mencerna," ujar Hari Purwanto, dikutip dari poskota.co.id, Kamis 16 Juni 2022.
Wacana New Oligarki Baswedan timbul disebabkan oleh sikap saling membantu yang terjadi antara kedua Baswedan ini.
Anies Baswedan pernah dilaporkan ke KPK (ketika dipimpin oleh Novel Baswedan) terkait dugaan korupsi Pameran Buku Frankfurt.
Karena Novel Baswedan adalah orang nomor satu di KPK saat itu, kasus dugaan korupsi Anies Baswedan menghilang begitu saja.
“Tentunya dua bersaudara menjadi Oligarki baru yang selama ini sudah dilakoni oleh mereka. Pertama, dugaan korupsi pameran buku frankfurt saat itu Anies menjadi Mendikbud dilaporkan ke KPK dan posisi Novel masih didalam KPK sehingga diduga kasus tersebut menguap," ucap Hari Purwanto.
Selain itu, ketika Anies Baswedan jadi orang nomor satu di Jakarta dan diketahui KPK sedang menyelidiki dugaan korupsi Formula E Jakarta, Novel Baswedan malah menyerukan untuk bubarkan saja KPK.
Jika dilihat dari fakta-fakta tersebut, maka Anies dan Novel Baswedan saling membantu dan menyelamatkan satu sama lain.
Bentuk oligarki yang selama ini telah dilakukan oleh duo Baswedan tersebut.
"Karena Anies pernah berhutang budi pada Novel saat masih berada di KPK. Tentunya dua bersaudara menjadi Oligarki baru yang selama ini sudah dilakoni oleh mereka," ungkap Hari Purwanto.
"Namun karena sakit hati dan dendam gagal TWK (Novel) menjerit bubarkan KPK,” pungkas Hari Purwanto.
Sebagai informasi, Anies Baswedan pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.
Pada saat Anies Baswedan menjabat sebagai Menteri Pendidikan terdapat laporan dugaan korupsi Pameran Buku Frankfurt yang dilakukan dirinya.
Novel Baswedan adalah sepupu dari Anies Baswedan, keduanya merupakan cucu dari Pahlawan Nasional Abdurrahman Baswedan.










