Terkini.id, Jakarta - Eks politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi potongan video ceramah pendakwah Ustaz Munzir Situmorang yang menyebut musik haram hukumnya dalam ajaran Islam.
Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Kamis 3 Juni 2021, melontarkan sindiran menohok kepada Ustaz Munzir Situmorang yang menyebut musik haram.
Ia menilai, zaman ini merupakan era dimana para pelawak hijrah menjadi politisi maupun penceramah.
Sebaliknya, kata Ferdinand, di zaman ini pula menurutnya penceramah juga hijrah menjadi pelawak.
"Mungkin inilah zaman era dimana pelawak hijrah jadi politisi atau jadi penceramah dan penceramah hijrah jadi pelawak. Lucu bapak ini!!," cuit Ferdinand Hutahaean.
Dalam cuitannya itu, Ferdinand Hutahaean juga membagikan kicauan seorang netizen yang mengunggah potongan video ceramah Ustaz Munzir Situmorang menyebut musik haram hukumnya dalam ajaran Islam.
Setelah ditelusuri, video ceramah Ustaz Munzir Situmorang itu awalnya diunggah kanal Youtube One Ummah United pada empat tahun silam.
Dalam tayangan video berjudul 'Ust Munzir Situmorang - Hukum Musik Dalam Islam' tersebut, tampak Munzir tengah ceramah di hadapan jemaah.
Ia pun menyinggung pertanyaan seorang jemaah yang menanyakan kepada dirinya bagaimana hukum musik dalam Islam.
Menjawab pertanyaan tersebut, Munzir Situmorang menegaskan bahwa dalam Al-Qur'an musik hukumnya haram.
"Adik ini pernah menanyakan bagaimana hukumnya musik. Saya katakan haram dalam Al-Qur'an," ujar Ustaz Munzir.
Ia pun lantas menyinggung sejarah umat Kristen. Menurutnya, gereja sebelum abad ke-4 juga.mengharamkan musik.
"Dari mana musik itu? Dari gereja. Gereja saja pun boleh musik setelah abad ke-4. Sampai abad keempat, musik itu haram bagi Kristen," ungkapnya.
Akan tetapi, kata Munzir, setelah abad keempat seorang pastor Nasrani berkunjung ke Jerman dan melihat isi injil diterjemahkan menjadi chord musik.
Lantaran hal itu, menurut Ustaz Munzir, pastor itu pun menjadikan musik dan nyanyian sebagai ibadah umat Kristen.
"Tapi ketika pastornya jalan ke Jerman, dilihat isi injil itu diterjemahkan jadi liturgi, jadi chord. Apa kata pastor? Kalau kita pisahkan mereka jadi musik, mereka akan keluar dari Kristen. Sudah, kita jadikan musik bagian dari ibadah Kristen. Makanya sekarang mereka nyanyi," tuturnya.
Hal itulah, menurut Munzir Situmorang, yang kemudian diikuti umat Islam saat ini dimana Al-Quran kerap dinyayikan dan Shalawat dilantunkan dengan memakai alat musik.
"Umat Islam mengikuti itu sekarang, Al-Qur'an dinyanyikan, Shalawat dinyanyikan pakai musik. Itu mengikut Nasrani," ujarnya.










