Singgung Penghina Jokowi, Pemuda NTT: Negara Lain Bisa Remehkan Indonesia

Singgung Penghina Jokowi, Pemuda NTT: Negara Lain Bisa Remehkan Indonesia

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda NTT menyebut kelakuan para penghina Presiden Jokowi bisa membuat Indonesia diremehkan oleh negara lain, viral di media sosial.

Video pemuda NTT singgung kelakuan para penghina Jokowi itu viral usai diunggah pengguna Twitter RonaldLampard8, seperti dilihat pada Senin 13 Juni 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu ikut menyinggung salah satu oknum penghina Jokowi yang mengedit foto sang kepala negara.

"Pak Pol Ibu Muda Minta di Ciduk. Laporan Warga Net Langsung Ditanggapi," cuit netizen RonaldLampard8.

Singgung Penghina Jokowi, Pemuda NTT: Negara Lain Bisa Remehkan Indonesia

Dilihat dari video itu, tampak pemuda NTT itu mengaku heran dengan kelakuan pihak yang suka menghina Presiden Jokowi.

"Beta heran dengan kalian yang suka menghina Jokowi, yang suka memaki Jokowi. Apa kalian sebagai anak bangsa tidak malu dengan tingkah laku kalian?," ujar sang pemuda.

Menurutnya, sebenarnya Jokowi santai saja dengan segala hinaan dan cacian yang ia terima. Bahkan, presiden sama sekali tak pernah marah meskipun dia dihina.

"Sebenarnya untuk Presiden Jokowi sendiri beliau santai saja, beliau tidak ambil pusing dengan hinaan kalian, beliau tidak marah dengan makian kalian," tuturnya.

Akan tetapi, kata sang pemuda NTT itu, rakyat Indonesia lah yang merasa malu apabila presiden mereka dihina. Pasalnya, hinaan terhadap Jokowi itu pastinya didengar oleh negara-negara lain.

"Masalahnya adalah rakyat Indonesia yang malu, anak bangsa lah yang malu karena hinaan dan cacian kalian kepada Presiden Jokowi itu didengar negara lain," ungkapnya.

Bahkan, menurut sang pemuda NTT, akibat kelakuan para penghina Jokowi itu bangsa Indonesia bisa diremehkan oleh negara lain.

"Bangsa lain bisa anggap remeh negara kita hanya karena kalian menghina dan mencaci pemimpin negara kita," ujarnya.