Terkini.id, Makassar - Kondisi pemadaman listrik di Kota Makassar makin parah setelah sebelumnya hanya berlangsung selama 3-4 jam sehari, kini menjadi 5-6 jam per hari. Padahal, hujan sudah mulai turun di sebagian besar wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Menurut PLN, penambahan durasi pemadaman listrik tersebut dilakukan karena sampai saat ini kondisi sistem kelistrikan di Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) masih mengalami defisit.
"Sampai dengan saat ini kondisi sistem sulbagsel masih mengalami defisit daya bapak/ibu jadi kemungkinan besar durasi pemadaman bertambah dari sebelumnya 4 jam menjadi 5-6," ungkap PLN lewat unggahannya di Instagram Story @pln_ulppangsid, dikutip terkini.id pada Jumat, 24 November 2023.
Pihak PLN pun meminta maaf kepada masyarakat di Sulsel terkait hal itu.
"Kami mohon maaf yang sebesar besarnya atas ketidaknyamanannya," tulisnya lagi.
Sementara itu, Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar Ahmad Amirul Syarif mengungkapkan bertambahnya durasi pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat dikarenakan kemampuan sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) turun drastis 75 persen.
Turunnya kemampuan PLTA tersebut, kata Ahmad, gegara dampak kemarau berkepanjangan yang sempat melanda wilayah di Sulselrabar pada beberapa pekan kemarin.
Ahmad menjelaskan, Daya Mampu Pasok (DMP) kondisi Normal sistem kelistrikan di Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) mencapai 2.300 megawatt (MW) dengan kontribusi PLTA sebesar 850 MW.
"Beban Puncak malam hari berada di kisaran 1.800 MW, atau tersedia Reserve Margin 21,7% dan ini sebenarnya cukup ideal sebelum terganggu akibat fenomena El Nino," ujar Ahmad, Jumat, 24 November 2023.
Fenomena El Nino atau musim kemarau yang berkepanjangan tersebut telah berdampak terhadap berkurangnya debit air, sehingga menyebabkan kemampuan PLTA turun sekitar 75 persen dari 850 Megawatt (MW) menjadi 200 MW.










