PDIP dan Gerindra Makin Harmonis, Demokrat: Kemungkinan Ada 3 Poros dalam Pemilu 2024

PDIP dan Gerindra Makin Harmonis, Demokrat: Kemungkinan Ada 3 Poros dalam Pemilu 2024

Helmi Yaningsi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyebut kemungkinan akan terjadi 3 poros dalam Pemilu 2024.

Hal ini disampaikan sebagai respons atas semakin terbukanya Gerindra yang akan bersama dengan PDIP di Pemilu 2024 mendatang. Terlihat dari banyaknya sinyal yang menandakan hal tersebut.

"Dari parpol koalisi pemerintah saat ini, kemungkinan besar menjadi 3 poros dalam menghadapi Pemilu 2024 nanti. Politik selalu cair dan dinamis, segalanya masih serba mungkin sampai menit-menit terakhir," kata Kamhar, Senin 29 November 2021.

Selanjutnya, ia pun mengungkapkan bahwa keharmonisan PDIP dan Gerindra sudah terlihat sejak awal Presiden Jokowi mengajak Prabowo Subianto untuk masuk ke dalam kabinet.

"Terkait hubungan Partai Gerindra yang semakin harmonis dengan PDIP menuju 2024, ini sudah terbaca sejak awal ketika Pak Prabowo bersedia masuk kabinet Presiden Jokowi," jelas Kamhar.

Namun, dia belum bisa memastikan apakah kedua parpol tersebut kembali mendapatkan banyak minat dari partai lain. Sehingga, peluang 3 poros dalam Pemilu 2024 terbuka lebar.

"Apakah ini akan menjadi magnet bagi Parpol lain untuk terbangunnya koalisi besar, tentu waktu yang akan menjawabnya. Kita lihat saja nanti," ucap Kamhar.

Seperti yang dilansir dari Liputan6, bahwa Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani pernah mengatakan bahwa partainya mempunyai hubungan yang pasang surut dengan PDIP. Meski demikian, di Pemilu 2024 tak menutup peluang bersama kembali.

Adapun ini disampaikannya saat meresmikan kantor DPC Gerindra Kota Semarang. Turut hadir sejumlah elit partai seperti Wakil Ketua Umum Sugiono, Ketua DPD Jateng Abdul Wachid, dan sejumlah kader lainnya.

"Kita pernah mengalami fase naik turun dalam hubungan dengan PDIP. Kita pernah bekerjasama pada tahun 2009, lalu 2014 berpisah karena Gerindra oposisi. Dan kini kembali bersama dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf. Dan kedepan kita ingin bekerjasama lagi untuk membesarkan dan membangun Indonesia," kata Muzani dalam keterangannya, Minggu 28 November 2021.

Menurut dia, dengan luasnya Indonesia,tidak mungkin satu kekuatan bisa mengjangkau seluruhnya. Itulah yang menyebabkan semua kekuatan politik harus bekerjasama membangun masa depan Indonesia dan menyatukan diri dalam satu kekuatan.

"PDIP dan Gerindra adalah kekuatan besar," kata Muzani.