Terkini, Jeneponto - Pada sesi debat publik yang berlangsung pada Senin malam, pasangan calon (Paslon) nomor 4 Pilbup Jeneponto, Syamsuddin Karlos - Syafruddin Nurdin mendapat pertanyaan tajam dari panelis mengenai bagaimana komitmen dan kebijakan mereka dalam meningkatkan layanan publik berbasis elektronik di Kabupaten Jeneponto.
Pertanyaan ini diangkat untuk melihat kesiapan setiap calon dalam menghadapi era digital, di mana masyarakat semakin membutuhkan akses layanan publik yang cepat, transparan, dan mudah dijangkau.
Paslon nomor 4 menjawab dengan tangkas, menunjukkan pemahaman mendalam dan komitmen tinggi dalam meningkatkan layanan publik yang terintegrasi dengan teknologi informasi. Mereka menyampaikan bahwa layanan publik berbasis elektronik adalah kunci untuk mempermudah akses dan mengurangi praktik birokrasi yang berbelit.
"Jika terpilih, kami akan mempercepat implementasi sistem layanan berbasis digital di berbagai sektor, seperti kesehatan, administrasi kependudukan, dan perizinan. Dengan ini, masyarakat dapat mengakses layanan tersebut hanya dengan menggunakan perangkat seluler," ujar Calon Wakil Bupati Jeneponto nomor 4, Syafruddin NurdinPaslon nomor 4 dengan percaya diri.
Mereka juga menekankan pentingnya infrastruktur yang mendukung, seperti jaringan internet di seluruh pelosok kabupaten.
Selain itu, mereka berjanji untuk menyediakan pelatihan khusus bagi pegawai pemerintahan agar dapat mengelola sistem elektronik dengan baik, sehingga tidak hanya melibatkan teknologi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.
"Program satu desa satu jaringan internet, perlunya implementasi kemudian perlunya integrasi yang kami istilahkan dengan revolusi data, pada saat saya menjadi sekretaris daerah saya bersama dengan beberapa tim membuat program kita sebutkan satu data pemerintahan yang alhamdulillah program tersebut mampu mengeluarkan Kabupaten Jeneponto dari Kabupaten tertinggal," tuturnya.
Lebih lanjut, Syafruddin Nurdin menekankan perlunya peningkatan literasi digital kepada seluruh masyarakat. Tujuan peningkatan literasi digital kepada seluruh masyarakat adalah untuk memastikan setiap individu memiliki kemampuan dalam memahami, menggunakan, dan mengelola teknologi digital secara bijak, aman, dan produktif.
"Dengan literasi digital, masyarakat diharapkan dapat mengakses informasi secara tepat, Literasi digital membantu masyarakat memahami cara mencari, mengakses, dan memilah informasi yang akurat dari sumber yang terpercaya di internet. Mencegah Hoaks dan Misinformasi, dengan kemampuan kritis dalam mengkaji informasi, masyarakat bisa lebih waspada terhadap informasi palsu atau hoaks, yang sering kali menyebar di platform digital," ungkap Syafruddin Nurdin.
Selain itu, Syafruddin Nurdin juga mengatakan, literasi digital juga menekankan pentingnya menjaga keamanan data pribadi, menghindari penipuan online, serta melindungi privasi dalam menggunakan layanan digital.
"Meningkatkan Kompetensi Ekonomi, dengan kemampuan digital yang memadai, masyarakat bisa mengakses peluang ekonomi digital, seperti berbisnis online, berpartisipasi dalam e-commerce, atau meningkatkan karier melalui platform digital. Literasi digital juga dapat membuka akses ke beragam sumber pembelajaran, kursus online, dan materi edukasi lainnya yang dapat mendukung pendidikan formal maupun informal," ujarnya.
Secara keseluruhan, peningkatan literasi digital bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas digital, mandiri, dan berdaya dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.
Jawaban yang disampaikan Paslon nomor 4 mendapat perhatian positif dari audiens. Banyak yang mengapresiasi kejelasan visi dan rencana aksi yang mereka tawarkan. Dengan ini, mereka berharap dapat membawa Kabupaten Jeneponto menuju era baru dalam pelayanan publik yang lebih modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.










