Pasca PHK Seratusan Karyawan, Layanan Administrasi Angkasa Pura I Makassar Dikeluhkan?

Pasca PHK Seratusan Karyawan, Layanan Administrasi Angkasa Pura I Makassar Dikeluhkan?

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Di Penghujung tahun 2021, PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tidak lagi memperpanjang kontrak bagi 101 tenaga penunjang atau outsourcing yang selama ini bekerja di bawah manajemen PT Angkasa Pura Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Sultan Hasanuddin, Wahyudi mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan restrukturisasi.

Hal itu dikarenakan, perusahaan milik BUMN ini merugi,l disebabkan kurangnya aktifitas penerbangan selama masa Pandemi Covid-19.

Akibatnya, kata dia, pihaknya melakukan perampingan tenaga kerja dengan tidak memperpanjang kontrak karyawan outsourcing.

"Di Angkasa Pura I Bandara Sultan Internasional Sultan Hasanuddin ini, terdapat sekitar 600 lebih karyawan tenaga penunjang. Dengan kondisi yang merugi mau tidak mau harus melakukan evaluasi,"bebernya kepada wartawan di Makassar.

"Ini merupakan langkah terakhir yang kami ambil terkait tenaga penunjang di perusahaan ini. Karena selama Pandemi Covid-19, PT Angkasa Pura secara keseluruhan mengalami kerugian," sambung Wahyudi kepada awak media di Makassar pada Kamis 30 Desember 2021.

Dia juga menyebut bahwa pada tahun 2020, PT Angkasa Pura mengalami kerugian sebesar Rp3 triliun.

"Tahun ini kerugian Angkasa Pura diprediksi mencapai angka Rp3,5 Triliun sampai Rp4 Triliun,"tuturnya.

"Karena kondisi ini sehingga kami melakukan restrukturisasi baik SDM, finansial dan operasional. Kami tidak lagi memperpanjang sekitar 101 tenaga penunjang perusahaan, dari 600 orang tenaga penunjang perusahaan,"sambungnya.

Masih kata Wahyudi, hasil restrukturisasi tersebut berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan.