Terkini.id, Jakarta- Sebuah video menunjukkan Kapolres Jombang AKBP Nurhidayat diminta Kiai untuk tidak menangkap anaknya beredar di media sosial.
Sang kiai disebut meminta agar polisi menghentikan kasus yang menyeret anaknya dalam dugaan pencabulan kepada santriwati.
Sontak viralnya video kiai dan Kapolres Jombang menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan netizen di media sosial.
Seorang netizen bernama akun @03_nakula turut berkomentar melalui akun Twitternya yang diunggah pada Selasa 5 Juli 2022.
Netizen tersebut mengatakan bahwa sang kiai yang meminta polisi menghentikan kasus anaknya tidak layak disebut kiai.
"Gak layak disebut Kiai," tulis akun @03_nakula.

Sementara itu, penangkapan anak kiai, MSAT disebut telah gagal meski sempat terjadi aksi kejar-kejaran pada Minggu 3 Juli 2022.
MSAT, anak kiai di Jombang saat ini menyandang status DPO, sebagaimana dilansir dari Detik.
Dalam video yang beredar, terlihat sang kiai bersama Kapolres Jombang sedang berada di sebuah majelis.
Di sana, terlihat ada ratusan jemaah. Sementara sang kiai, ayah MSAT duduk berada di depan bersama kapolres tersebut.
Di video berdurasi 1 menit 55 detik itu, sang kiai meminta agar polisi tidak lagi melanjutkan kasus ini.
Sang kiai juga meminta polisi tidak menangkap anaknya, MSAT. Karena, kasus tersebut merupakan fitnah yang dilayangkan pada keluarga.
"Untuk keselamatan kita bersama, untuk kejayaan Indonesia Raya, masalah fitnah ini masalah keluarga. Untuk itu, kembali lah ke tempat masing-masing, jangan memaksakan diri mengambil anak saya yang kena fitnah ini," kata sang kiai dalam video yang dilihat detikJatim, Senin 4 Juli 2022.
Sementara Kapolres Jombang AKBP Nurhidayat terlihat menganggukkan kepala sembari mendengarkan dawuh sang kiai. "Semuanya itu adalah fitnah. Allahu Akbar, cukup itu saja!," imbuh kiai tersebut.
Pendamping korban, Nun Sayuti menduga video ini menjadi penyebab polisi gagal menangkap MSAT. Nun menyebut peristiwa dalam video ini terjadi Minggu 3 Juli 2022 malam.
"Kejadiannya tadi malam," kata Nun saat dikonfirmasi detikJatim, Senin 4 Juli 2022.
Sebelumnya, kejar-kejaran bak film koboi terjadi di kawasan Jalan Raya Jombang. Tim gabungan dari Polda Jatim dan Polres Jombang menyergap iring-iringan mobil untuk menangkap DPO kasus pencabulan santriwati berinisial MSAT (42).
Namun, MSAT yang diduga dalam rombongan tersebut bisa kabur. Polisi mengamankan 3 orang dan satu pucuk senjata air gun.
Informasi yang digali detikJatim, tim gabungan Resmob Polda Jatim dan Satreskrim Polres Jombang mengejar iring-iringan sekitar 3 mobil sejak dari Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, rombongan tersebut menolak berhenti dan kabur ke arah utara. Pengejaran berlanjut hingga di kawasan Ploso, Jombang.
"Benar, tadi siang Resmob Polda Jatim meminta bantuan Polres Jombang untuk melakukan penindakan terkait DPO MSAT yang kami duga ada di rombongan tersebut," kata Nurhidayat, Minggu 3 Juli 2022.










