Netizen Sebut Gubernur Jatim Tak Menanggapi Kasus Pencabulan di Ponpes Shiddiqiyyah

Netizen Sebut Gubernur Jatim Tak Menanggapi Kasus Pencabulan di Ponpes Shiddiqiyyah

Fahri Setiadi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Netizen sebut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa seorang wanita tidak menanggapi terkait kasus pencabulan di Ponpes Shiddiqiyyah, Sabtu 9 Juli 2022.

Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi (42) diduga melakukan pencabulan pada santriwati pondok pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyyah Kabupaten Jombang Jawa Timur.

Pada keterangan korban dalam wawancara bersama CNNIndonesia TV, korban menyebut bahwa Ia dipaksa oleh Mas Bechi untuk melepaskan pakaian hingga dengan iming-iming menerapkan praktik Ilmu Metafakta yang tidak bisa dijelaskan dengan akal.

“Di kegiatan itu, memakai ilmu metafakta. Mereka mengistilahkannya. Metafakta itu katanya, tidak bisa dijelaskan menggunakan akal. Jadi, saya harus melepas pakaian, dan melepas pakaian itu, kan tidak bisa di logika. Di luar nalar. Saya tidak mau. Saya tetap jawab, saya tidak mau,” sebutnya korban pertama.

“Tapi, dia memaksa, masih menggunakan alasan yang sama. 'kalau kamu tidak mau, berarti kamu masih menggunakan akal, kamu belum menjiwai itu metafakta.’ Dia mengatakan, mau menetralkan saya. Caranya, dengan melepas seluruh pakaian saya, saya tetap jawab, saya tidak mau,” lanjutnya.

Di samping itu, korban kedua mengalami hal yang lebih mengerikan lagi. Ia disuruh untuk tidur di hotel dan mendapat kekerasan seksual, dipukuli kemudian dipaksa untuk melepaskan bajunya.

“Disuruh tidur di hotel aja. Tidur di hotel terus kan perjanjiannya saya harus menuruti. Apa yang jadi kemauan dia, karena saya harus tanggung jawa ke dia kayak gitu, ya sudah,” ujar korban kedua.

“Ternyata waktu saya tidur di hotel dia itu ngajak. 'lo Mas aku emoh,' terus dia bilang 'awakmu maeng ngomong opo?' langsung dia ngomong itu di depan saya,” lanjutnya.

“Dia bilang 'Koen yo, ayo pengen tak anu maneh tak ajar maneh,' gitu. Ya sudah saya mau nggak mau ya sudah saya gitu main bertiga. Di situ sudah mulai nangis, saya nangis, kok ngene,” sambungnya.

“Saya diseret ke dalam langsung saya ditendang dipukulin lagi, sampai saya itu kan di Cokro banyak jendela-jendela gitu saya hampir mau jatuh ke bawah, tapi ditahan sama dia. Saya dua kali hampir jatuh dari jendela itu. Terus habis itu saya disuruh buka baju,” tambahnya.

Pernyataan korban berdasarkan hasil rangkuman detiknews dari wawancara korban dengan CNNIndonesia TV. Kemudian akun Mayasari @Maya83206301 dalam cuitannya Ia menampilkan judul tersebut.

Mayasari juga melampiaskan emosionalnya pada cuitannya tersebut. “Manusia dajal dan biadab....manusia bangsat para santri yg jadi korban demi kepuasan kontolnya ...manusia sampah ...!!” tulisnya.

Netizen Sebut Gubernur Jatim Tak Menanggapi Kasus Pencabulan di Ponpes Shiddiqiyyah
Sumber Foto: Cuplikan Cuitan Netizen Soal Kasus Pencabulan di Ponpes Shiddiqiyyah

DI samping itu, netizen lain menyindir gubernur Jawa Timur yang belum memberikan tanggapannya terkait dugaan kasus pencabulan tersebut.

“Dan gubernur Jawa timur seorang wanita satu kata saja tidak ada tanggapan,” sindirnya Day Hawk @ConanNKRI.

Netizen Sebut Gubernur Jatim Tak Menanggapi Kasus Pencabulan di Ponpes Shiddiqiyyah
Sumber Foto: Cuplikan Tweet Netizen Pada Cuitan Netizen Soal Kasus Pencabulan di Ponpes Shiddiqiyyah