Nasran Mone Ditunjuk Sebagai Plt Ketua Golkar Sinjai

Nasran Mone Ditunjuk Sebagai Plt Ketua Golkar Sinjai

Muh Nasruddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan pergantian Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Golkar Sinjai.

DPD I menunjuk Nasran Mone sebagai Plt ketua menggantikan Andi Iskandar Latief.

"Katanya seperti itu, tapi sampai saat ini saya belum mendapatkan suratnya," kata Andi Iskandar Latief, saat dikonfirmasi.

Icul sapaan Andi Iskandar Latief menjelaskan penggantinya sebagai Plt Ketua Golkar Sinjai bukan karena persoalan masa jabatanya saja berakhir, namun kata dia menolak untuk melakukan pemecatan terhadap Pimpinan Kecamatan (Pimcam) yang diinginkan oleh ketua DPD I Golkar Sulsel sekaligus menjadikan Andi Kartini Ottong sebagai ketua Golkar Sinjai.

Padahal dia telah meminta pelaksanaan Musda Golkar Sinjai dipercepat, bahkan sudah membuka pendaftaran dimana ada dua kandidat, Andi Kartini Ottong dan Kahar Kantao dan itu sudah sesuai dengan perintah partai.

"Lebih baik DPD I terus terang saya diberhentikan karena tidak mau tandatangan dan memberi surat dukungan kepada Kartini. Ini sudah sampaikan langsung dihadapan pak Taufan, La Kama dan Andi Marzuki Wadeng," bebernya.

Icul juga menyampaikan jika dia diganti sebagai Plt Ketua Golkar Sinjai karena sudah lewat masa jabatanya. Mengapa tiga kabupaten lain tidak diganti seperti Gowa, Banteng dan Barru, padahal mereka mendapatkan tugas Plt bersamaan pada 12 Februari 2021.

"Saya mendapatkan SK (plt) dengan lima daerah. Sinjai, Gowa, Bantaeng, Barru dan Maros. Kalau Maros. Gowa, Bantaeng. Kan masa jabatanya selesai bersama saya, apakah ini (Musda) tidak ilegal. Barru juga (belum laksaan Musda) kenapa tidak diganti?," ujarnya.

Sementara Andi Marzuki Wadeng menyebutkan pergantian Icul sebagai Plt karena masa jabatannya sudah berakhir dan kini diarahkan kepada Nasran Mone atau Cakmon. "Masa baktinya sudah selesai dan kerjanya belum selesai," katanya.

Disinggung mengenai mengapa cuma Icul saja diganti sebagai Plt, sementara kabupaten Barru pun belum melaksanakan tahapan.

"Kalau Barru sudah ada langka untuk Musda," ucapnya.

Soal pernyataan Icul yang menyebutkan DPD I menginginkan salah satu kandidat saja, sementara ada dua pendaftar. Mantan anggota DPRD Sulsel ini tidak ingin berkomentar banyak.

"Saya tidak bisa komentar kalau itu," singkatnya.