Terkini.id, Jakarta - Aktivis dari Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM), Iwan Sumule menanggapi soal munculnya isu Pilpres diundur hingga 2027 mendatang. Ia pun lantas menyindir Presiden Jokowi terkait hal itu.
ProDEM menilai, apabila Pilpres diundur maka sama saja mewacanakan agar Presiden Jokowi memperpanjang masa jabatan hingga melebihi masa jabatannya di tahun 2024.
Oleh karena itu, kata Iwan, wacana Pilpres diundur hingga 2027 tersebut sama saja menunjukkan bahwa negara sedang tidak baik-baik saja.
Menurutnya, hal itu lantaran pemerintah belakangan ini justru tampak melanggar konstitusi yang seharusnya menyehatkan dan memikirkan kesejahteraan rakyatnya.
"Bagaimana rakyat mau sehat, jika negara sakit? Aturan dan konstitusi yang buat sehat dan makmur tak dijalankan secara baik dan sepenuhnya," ujar Iwan Sumule, Senin 16 Agustus 2021 seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL.
Iwan juga menanggapi sejumlah kebijakan pemerintah saar ini yang menurutnya bermasalah di antaranya, penerbitan Perppu 1/2020 yang kemudian disahkan menjadi UU 2/2020 tentang Corona.
Menurutnya, pengelolaan keuangan negara menjadi tidak terawasi dan pejabat yang mengelola mendapat kekebalan.
Maka dari itu, menurut Iwan, tidak mengherankan apabila ribuan triliun rupiah yang digelontorkan untuk mengatasi pandemi dalam setahun lebih ini menjadi kurang efektif. Sementara angka kasus Covid-19 terbilang masih tinggi.
Lantaran hal itu, aktivis ProDEM tersebut menilai saat ini negara dan pemimpinnya dalam hal ini adalah Presiden Jokowi sedang dalam kondisi tidak baik-baik alias sakit karena melanggar konstitusi.
"Jadi tidak hanya negara yang sedang sakit, pemimpin negara pun sakit. Konstitusi dilanggar!," ujarnya.









