Miris Guru S1 Digaji Rp 500 Ribu, PGRI Serang: Sampai Kalkulator Rusak pun Enggak Ketemu Hitungannya

Miris Guru S1 Digaji Rp 500 Ribu, PGRI Serang: Sampai Kalkulator Rusak pun Enggak Ketemu Hitungannya

Ratna

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Momentum peringatan hari guru jatuh tepat pada hari Kamis, 25 November 2021 kemarin.

Namun, jika menilik nasib sebagian guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau guru honorer saat ini, masih jauh dari kata sejahtera.

Padahal, diketahui hampir semua guru di Kota Serang merupakan sarjana. Di mana biaya pendidikan perguruan tinggi tersebut tidaklah murah.

Demikian disampaikan Ketua Persatuan Guru Kota Serang (PGRI), Ali Imron saat menjadi pembicara dalam Acara Peringatan Hari Guru Tingkat Kota Serang di Hotel Dewija, Koya Serang, Kamis 25 November 2021.

"Rata-rata guru itu S1. Pas kuliah saja dibiayai sama orang tuanya Rp 1 juta perbulan. Masa ketika ngajar jadi guru honornya Rp 500 ribu," kata Ali mengutip Berita Politik RMOL, Kamis 25 November 2021.

Ali beranggapan, bahkan jika gaji guru honorer yang hanya Rp500 ribu tersebut dihitung sesuai dengan kebutuhan hidup saat ini, maka tidak akan mencukupi.

"Jadi kalau itung-itungan pake kalkulator, sampai rusak kalkulatornya pun tidak ketemu. Mana ada dengan Rp 500 ribu bisa hidup. Tapi faktanya guru-guru bisa hidup, bahkan bisa mengajar dan bisa eksis," lanjut Ali.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Alpedi menyebutkan bahwa APBD Kota Serang dari 1,3 triliun, 20 sampai 30 persen telah dialokasikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

"Jadi gaji guru non-PNS diperoleh dari dana bos dan bantuan pemkot berupa kadeudeuh Rp 200 ribu," ujarnya.

Mengenai nasib guru honorer saat ini, dia berharap ada kewenangan dari pimpinan untuk peningkatan kesejahteraan guru honorer.

"Saya berharap ada tambahan honor agar gurunya bahagia. Kalau kadeudeuhnya dari pemkot Rp 500 ribu saya bersyukur," pungkasnya.