Mimpi Belajar Terhalang Tembok Sengketa: Nasib Siswa Makassar di Ujung Tanduk

Mimpi Belajar Terhalang Tembok Sengketa: Nasib Siswa Makassar di Ujung Tanduk

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Jika permasalahan lahan ini tidak segera diselesaikan, Muhyiddin tidak menutup kemungkinan untuk menghentikan penerimaan siswa baru di SD Inpres Pajjaiang.

"Jika tidak ada solusi, kami akan menghentikan penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2025-2026," tegasnya.

Tuntutan Ganti Rugi dari Ahli Waris

Di sisi lain, ahli waris lahan terus menuntut ganti rugi sebesar Rp14 miliar atas penggunaan lahan tersebut.

Kuasa hukum ahli waris, Munir Mangkana, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyegelan sekolah hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Dampak terhadap Pendidikan Anak

Polemik lahan ini tidak hanya berdampak pada proses belajar mengajar, tetapi juga berdampak pada psikologis siswa. Banyak siswa yang merasa tidak nyaman dan terganggu dengan kondisi belajar yang tidak menentu.

"Anak-anak seharusnya fokus pada belajar, bukan pada masalah lahan. Kondisi ini sangat mengganggu konsentrasi belajar mereka," ujar seorang guru.

Solusi Jangka Panjang

Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan solusi jangka panjang yang melibatkan semua pihak terkait. Pemerintah kota, pihak sekolah, ahli waris, dan masyarakat harus duduk bersama untuk mencari solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak.