Merasa Terancam, Anggota DPR Hillary Brigitta Lasut Minta Ajudan dari TNI

Merasa Terancam, Anggota DPR Hillary Brigitta Lasut Minta Ajudan dari TNI

Helmi Yaningsi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Anggota DPR RI Hillary Brigitta Lasut disoroti terkait minta ajudan atau bantuan pengamanan dari TNI. Terlebih permintaan itu langsung ia sampaikan kepada Jenderal Dudung Abdurachman.

Menurutnya, permohonan yang diajukan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 85 Tahun 2014 tentang Tenaga Profesi TNI yang Bertugas di Luar Institusi Kementerian Pertahanan dan TNI.

"Banyak yang bertanya soal apakah benar saya meminta ajudan atau bantuan pengamanan dari TNI. Benar, saya menyurat untuk memohon bantuan pengamanan sesuai dengan Permen Nomor 85 Tahun 2014," kata Hillary lewat Insta Stories di akun Instagram miliknya, @hillarybrigitta, Kamis 2 Desember 2021.

Pernyataan itupun sontak menjadi sorotan. Pasalnya, Hillary merupakan anggota DPR termuda pada periode 2019-2024.

Menurut Hillary, setelah dirinya mengetahui permen itu, dia pun akhirnya mengajukan permohonan untuk mendapatkan ajudan seorang TNI. Apalagi, dia sudah lama mempertimbangkan permintaan bantuan pengamanan. Hillary beralasan memilih TNI karena dinilai selalu siap secara fisik dan mental untuk keadaan darurat.

"Setelah mengetahui permen ini, saya yang sudah lama mempertimbangkan bantuan pengamanan memilih TNI karena secara fisik dan mental selalu siap untuk keadaan darurat," katanya.

Selanjutnya ia juga mengungkapkan, dirinya merasa tidak enak jika masih harus meminta ajudan dari Polri. Dia sudah terlalu sering merepotkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait banyaknya kasus masyarakat kecil di Sulut yang dia kawal selama ini.

"Saya merasa lebih nyaman kali ini meminta bantuan TNI," ujar Hillary, dilansir dari iNews.

Tidak hanya itu, Hillary juga mengungkapkan alasan dirinya membutuhkan ajudan TNI. Tidak mudah baginya menjadi seorang perempuan muda di dunia politik yang dinamis dan tidak tertebak. Dia sering merasa terancam saat menjalankan tugas.

"Kalau ditanya kenapa, jujur saja saya harus mengakui, cukup tidak mudah menjadi seorang perempuan, berusia 20an dan belum menikah, khususnya di dunia politik yang dinamis dan tidak tertebak," katanya.