Mengerikan! Teroris Condet-Bekasi Rupanya sedang Merakit 100 Bom ketika Dibekuk Polisi, Donatur Terungkap

Mengerikan! Teroris Condet-Bekasi Rupanya sedang Merakit 100 Bom ketika Dibekuk Polisi, Donatur Terungkap

FR
Fitrianna R

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Seperti yang kita tahu, baru-baru ini sejumlah oknum terduga teroris ditangkap di Bekasi dan Condet.

Penangkapan itu dilakukan setelah peristiwa bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Makassar menggemparkan masyarakat.

Terbaru, diketahui fakta mengerikan lainnya bahwasanya terduga teroris Bekasi-Condet rupanya tengah merakit sekitar 100 bom dari daya ledak rendah hingga tinggi ketika dibekuk polisi pada Senin, 29 Maret 2021.

Syukurnya, pelacakan berujung penangkapan itu segera dilakukan oleh pihak kepolisian sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi kembali.

Adapun terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror di Condet, Jakarta Timur, bernama Husein Hasny (HH) bersama tiga teroris lainnya di Bekasi.

Mereka diketahui sedang merakit sekitar 100 bom dengan daya ledak low hingga high explosive di rumahnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol, Yusri Yunus, mengatakan bahwa pihaknya mengetahui hal tersebut setelah Densus 88 Antiteror Polri menggeledah kediaman para pelaku.

Di rumah Husein sendiri, mereka menemukan bahan baku bom yang berasal dari Triacetone triperoxide TATP.

"TATP itu campuran dari cairan-cairan bahan kimia. Jadi, itu dicampur-campur jadilah TATP," jelas Yusri di Mabes Polri, Jakarta, pada Selasa kemarin, 30 Maret 2021 sebagaimana dikutip terkini.id dari tribunnews.

"Bentuknya adalah serbuk putih. Itulah yang jadi bahan utama untuk meledak. Nanti tinggal dimasukkan ke dalam pipa," sambungnya.

Yusri memaparkan bahwa nantinya ketika TATP itu dimasukkan ke dalam pipa, lantas ditambahkan paku dalam jumlah banyak sebagai gotri.

"Kalau di saudara HH itu pipa, yang dia campur masuk ke gotri. Tau gotri? Paku-paku. Jadi, kalau meledak, nancep. Meledak. Paku-paku itu akan terbang ke orang-orang yang ada di situ. Nah, TATP itu ada seberat 2 kilogram," ungkap Yusri lagi.

Tak hanya bom pipa, pihaknya juga menemukan bom panci dengan daya ledak rendah di rumah Husein Hasny.

Jika ditotal, bahan baku bom yang disita dari tangan Husein dan tiga teroris lain, yaitu sekitar 100 lebih.

"Itu sekitar ditotalkan dengan yang ada di saudara ZA, itu sudah 12 yang siap diledakan. Jadi, 5 di tempat saudara ZA. Ada 7 yang di tempat si saudara HH. Ada 2 Kg lebih. Ada lagi yang memang akan dicampurkan. Kalau mau ditotalkan, semua itu hampir 100 lebih bom yang akan disiapkan."

Yusri kemudian menambahkan bahwasanya Husein ternyata juga dikenal sebagai sosok donatur dalam kegiatan teroris tersebut.

"HH ini adalah motivator, fasilitator, dan pendana. Dia yang mengatur semuanya, yang merencanakan, baik itu berapa kali pertemuan di rumahnya, baik membuat cara membuat bom, dan membiayai pembelian bahan-bahan untuk pembuatan bom," pungkas Yusri.