Terkini.id, Jakarta - Mengapa wacana perpanjangan masa jabatan Presiden masih terus bergulir meski sudah berkali-kali ditolak Joko Widodo alias Jokowi?
Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu memberikan pendapat atas pertanyaan ini.
"Kan para penjilat sudah paham bahwa yang 'terjadi' atau yang 'diinginkan' adalah sebaliknya," kata Said Didu melalui akun Twitter pribadinya pada Senin, 28 Februari 2022.
Sebagaimana diketahui, belakangan kembali ramai pembicaraan mengenai perpanjangan masa jabatan presiden.
Dilansir dari Kompas, hal ini bermula ketika Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar berharap adanya penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Muhaimin beralasan Pemilu 2024 perlu ditunda agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi yang disebut ajkan membaik pada tahun tersebut.
Wakil Ketua DPR RI ini menilai bahwa Pemilu 2024 sebaiknya ditunda selama dua tahun.
Pernyataan itu kemudian diperkuat oleh dua ketum partai lain, yakni Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Ketum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan.
Pembicaraan ini tentu semakin memperkuat wacana perpanjangan masa jabatan presiden yang sebelumnya telah beberapa kali mengemuka.
Namun, sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo sendiri telah berkali-kali menolak wacana tersebut.
Jokowi menegaskan tidak setuju dengan usul masa jabatan presiden diperpanjang menjadi tiga periode.
Ia bahkan mencurigai ada pihak yang mengusulkan wacana tersebut, dengan sengaja untuk menjerumuskannya.










