Meksiko, Rusia, dan Bolivia Bahu Membahu Bantu Kuba Akibat Embargo Amerika

Meksiko, Rusia, dan Bolivia Bahu Membahu Bantu Kuba Akibat Embargo Amerika

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Havana - Meksiko, Rusia, dan Bolivia bahu membahu bantu Kuba akibat embargo Amerika. Akibat embargo Amerika Serikat (AS), Kuba tertekan dalam krisis ekonomi di tengah pandemi Covid-19 yang juga merundung.

Kendati demikian, guna meringankan penderitaan warga kuba, beberapa negara sahabat seperti Meksiko, Rusia, dan Bolivia tetap membantu dengan memasok makanan dan keperluan medis.

Seperti dilansir republika.co.id, Sabtu 31 Juli 2021 kemarin, Kuba menerima pengiriman makanan dan pasokan medis dari sekutu mereka, khususnya Meksiko, Rusia, dan Bolivia dalam pekan lalu. Bantuan tersebut menjadi upaya untuk melawan embargo AS yang dinilai menyulitkan Kuba.

Sumbangan mulai didistribusikan pihak berwenang pada Jumat 30 Juli 2021. Bantuan-bantuan yang datang guna mengurangi kekurangan dan ketidakpuasan, khususnya di tengah krisis ekonomi terburuk negara itu dalam beberapa dekade dan lonjakan kasus virus korona.

Pasokan tersebut datang hampir tiga minggu setelah protes yang belum pernah terjadi sebelumnya secara nasional. Selain itu, aksi demonstarai rakyat sipil turun ke jalan ini didorong rasa frustasi dengan kondisi ekonomi yang mengerikan dan pembatasan kebebasan sipil.

Kuba menyalahkan kerusuhan pada tentara bayaran yang didukung Amerika Serikat (AS) yang mengeksploitasi kesulitan. AS memberlakukan sanksi selama beberapa dekade dan upaya menyamarkan kerusuhan melalui kampanye #SOSCuba yang menyerukan bantuan kemanusiaan.

Sekarang, narasi bantuan kemanusiaan kembali menggaungkan hal sama. Bantuan sekutu juga menyalahkan embargo perdagangan AS untuk sebagian besar kesengsaraan yang terjadi di Kuba.

Terlihat, sebuah kapal angkatan laut Meksiko yang membawa seribu ton kacang serta peralatan medis dan oksigen untuk pasien Covid-19 tiba di negara itu.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Dalam Negeri Betsy Díaz mengatakan dua kapal lagi akan segera tiba.

“Saya ingin berterima kasih secara pribadi kepada Presiden Andres Manuel Lopez Obrador yang telah meratifikasi penolakan tradisional Meksiko terhadap blokade dan keinginannya untuk membantu Kuba,” demikian ungkap Menteri Perdagangan Kuba Rodrigo Malmierca pada seremoni penyambutan bantuan dari kapal tersebut.

Penulis blog populer tentang ekonomi Kuba, Pedro Monreal mengatakan bantuan itu sangat positif sebagai tindakan darurat. Menurutnya, langkah itu mengingat keseriusan krisis kesehatan, ekonomi, dan politik secara simultan di Kuba.

“Ini memiliki sudut kemanusiaan dan politik. Namun, ketika Anda melihat dalam jangka panjang, bobotnya relatif rendah,” imbuh Monreal.

Sementara itu, ekonom di Pusat Studi Ekonomi Kuba yang berbasis di Havana, Ricardo Torres menghitung, misalnya sumbangan yang dijanjikan Vietnam sekitar 12 ribu ton beras akan menghasilkan sekitar dua pon per orang di Kuba. Jumlah tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan harian warga.