Terkini.id, Jakarta - Pembina Partai Demokrat versi KLB, Marzuki Alie menjawab tudingan yang menyebut dirinya pernah diberi jabatan sebagai Ketua DPR RI oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kala masih menjadi presiden.
Diketahui, Marzuki Alie pernah menjabat sebagai Ketua DPR RI periode 2009-2014 saat zaman Presiden SBY.
Marzuki Alie menegaskan, bahwa jabatan ketua DPR RI itu bukan dikasih oleh SBY. Menurutnya, jabatan tersebut merupakan amanah lantaran SBY melihat kinerja Marzuki bisa diandalkan.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengemis jabatan ke SBY di masa lalu, termasuk soal jabatan Ketua DPR.
Oleh karena itu, kata Marzuki, apabila ia dinilai diberi jabatan Ketua DPR oleh SBY maka pastinya jabatan tersebut sudah lama akan ia kembalikan.
"Kalau ada yang bilang saya menjabat Ketua DPR itu dikasih SBY, jangan pikir. Kalau saya dikasih pasti saya kembalikan. Tapi kalau ini perjuangan bersama-sama, adalah amanah diberikan ke saya, maka saya buktikan jaga marwah Ketua DPR, tidak korupsi dan terus melayani masyarakat," ujar Marzuki Alie.
Hal itu disampaikan Marzuki Alie dalam videonya yang tayang di kanal Youtube Bang MA Official, seperti dilihat pada Rabu 10 Maret 2021.
Selain itu, Marzuki Alie juga mengungkapkan bahwa selama menjabat Ketua DPR dia berusaha semaksimal mungkin bekerja dan menjaga amanah yang diberikan.
Marzuki juga mengaku selalu berusaha melayani masyarakat melalui jabatan itu dengan membuka luas aspirasi rakyat kepadanya.
"Saya berusaha melayani masyarakat. Nomor hape saya berikan di media sosial, ada masyarakat ngeluh tak ada pupuk sata telpon Menteri Pertanian. Itulah yang saya lakukan, sibuk dan capek sekali. Hampir tiap malam, saya luangkan waktu 2 jam untuk buka hape dan membaca pesan dan langsung action. Itu yang saya lakukan," tuturnya.
Mengutip Hops.id, Marzuki Alie dalam tayangan video tersebut juga mengungkapkan terpilihnya dia menjadi Ketua DPR kala itu tidak langsung dipilih begitu saja.
Menurutnya, ketika itu ia harus mengikuti seleksi salah satunya melalui penilaian khusus di Lembaga Ketahanan Nasional atau Lemhanas.
"Waktu akan dipilih Ketua DPR terus terang nggak mudah, dites oleh Ketua Lemhanas," ujarnya.










