Terkini.id, Jakarta - Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap membeberkan tiga tipe tersangka korupsi atau koruptor. Hal ini disimpulkan berdasarkan pengamatan saat kejahatan yang dilakukan tersangka diproses oleh KPK.
Hal yang terlihat, mulai dari tersenyum di hadapan kamera awak media hingga menangis saat di ruang pemeriksaan.
"Ketika orang melakukan korupsi dia paham apa yang dilakukannya salah dan ada risikonya. Mereka paham itu sehingga ketika ketahuan ada konsekuensi. Konsekuensi bagi setiap orang berbeda," ujar Yudi dalam akun Youtube-nya dikutip Kamis 28 Oktober 2021.
Yudi Purnomo menjelaskan tipe pertama adalah koruptor yang tampil dengan raut wajah biasa saja seperti seolah-olah tidak ada masalah.
Tipe ini adalah tipe yang sebenarnya paham bahwa tindakan yang dilakukannya salah dan proses hukum merupakan keniscayaan yang harus dijalani.
Bahkan, tak jarang mereka dengan rompi orange khas tahanan KPK tersenyum ke arah kamera awak media.
Lebih lanjut, Yudi menjelaskan bahwa tersangka dengan tipe seperti ini kebanyakan mau dan mampu memberikan keterangan di hadapan awak media yang menanyakan perihal perbuatan yang dilakukannya.
"Mereka tampak biasa saja," imbuhnya.
Selanjutnya, tipe kedua adalah tersangka yang tampil biasa saja di hadapan media ketika mengenakan rompi orange, namun sering kali memperlihatkan raut kesedihan saat publik tidak melihatnya termasuk di rumah tahanan (Rutan).
"Di ruang tahanan mungkin mereka merenung. Tapi, mereka ingin tampil enggak ada beban, mereka enggak mau keluarganya melihat mereka dengan raut sedih," tutur Yudi, dilansir dari Detikcom.
Tipe ketiga dan yang terakhir adalah para tersangka yang benar-benar menunjukkan kesedihannya ketika perbuatannya dibongkar oleh KPK. Para koruptor yang masuk ke dalam tipe ini sering kali menghindari sorotan awak media.
"Mereka sedih, raut muka kelihatan, seperti enggak mau bertemu orang. Makanya, ketika mereka dibawa ke mobil tahanan mereka langsung masuk mobil tahanan tanpa mau doorstop atau memberikan statement," katanya.
"Bahkan di ruang pemeriksaan ada yang sampai menangis," lanjut Yudi.










