Terkini.id, Makassar - Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin kembali mengirim mahasiswa ke pelosok desa untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
"Kuliah Kerja Nyata alias KKN," kata Dosen Pembimbing Mahasiswa KKN, Andi Fadli, Sabtu 7 Maret 2020.
Kepada mahasiswa, Fadli menghimbau mahasiswa tidak lagi menghabiskan waktu dan tenaga untuk program yang sifatnya pembangunan fisik.
Program fisik dianggap sudah biasa. Setiap tahun dari berbagai kampus melakukan hal yang sama. Seperti membangun gapura dan batas desa.
"Kita ingin sesuatu yang baru. Bercirikan Islam. Sesuai kampus kita,” ungkap Fadli.
Mahasiswa KKN UIN Alauddin diminta membuat program dan kegiatan yang menumbuhkan semangat dan kemampuan diri masyarakat di desa. Khususnya anak-anak dan remaja.
Program yang bisa dilakukan seperti budaya salat berjamaah. Dan mengajar anak-anak di desa berani pentas di atas panggung.
"Itulah salah satu program khusus Mahasiswa KKN di Kecamatan Sinoa Kabupaten Bantaeng," ungkap Fadli.
Mahasiswa juga diminta membawakan materi yang erat kaitannya dengan dunia islam. Mulai dari masalah pendidikan, teknologi, dan budaya milenial saat ini.
"Penerapan konsep dakwah sejak usia dini dilakukan Posko 6 Desa Bonto Mene,".
Mahasiswa Harus Jaga Nama Baik Kampus
Sebanyak 60 mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng.
Peserta mahasiswa KKN di Bantaeng berasal dari semua fakultas di UIN Alauddin. Diharapkan bisa bersosialisasi dan berkolaborasi. Tidak hanya sesama mahasiswa, tapi juga dengan masyarakat.
"Membuat program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat dan desa," kata Dosen Jurnalistik UIN Alauddin Andi Fadli.
Menurut Fadli, pengabdian yang sesungguhnya mahasiswa adalah ketika berada di tengah masyarakat. Interaksi di masyarakat khususnya di desa akan menjadi pelajaran dan pengalaman berharga bagi mahasiswa.
”Itulah kuliah kerja nyata,” ujar Andi, mantan wartawan Trans TV.










