Tekanan Mental di Balik Popularitas
Lucinta juga mengungkap bahwa kehidupan yang selama ini terlihat glamor dan penuh kemewahan di media sosial sebenarnya tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi mentalnya.
Ia mengaku mengalami tekanan mental berat hingga harus menjalani pendampingan psikiater serta mengonsumsi obat penenang dalam jangka waktu yang cukup lama.
“Enggak tenang, selalu nangis setiap malam. Tekanan dari orang banyak sekali. Gue capek kayak sudah jadi patung atau robot. Gue pengin jadi diri gue sendiri,” ungkapnya.
Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa perubahan yang ingin ia jalani bukan sekadar perubahan penampilan, melainkan lebih kepada perjalanan mental dan spiritual untuk menemukan ketenangan hidup.
Perubahan Fisik Tidak Bisa Dikembalikan
Lucinta juga blak-blakan mengenai kondisi fisiknya setelah menjalani operasi kelamin. Ia mengakui bahwa secara medis, perubahan fisik yang telah dilakukan tidak dapat dikembalikan seperti kondisi semula.
“Kalau untuk menjadi Muhammad Fatah lagi itu sudah susah banget, bahkan hampir mustahil. Dari semua yang sudah diubah ini tidak bisa dibalikkan,” ujarnya.
Ia menyadari bahwa perjalanan hidup yang telah dilalui tidak bisa sepenuhnya diulang dari awal. Karena itu, ia kini lebih fokus pada perubahan mental, spiritual, serta cara menjalani hidup dengan lebih tenang dan menerima kondisi yang ada.
Ingin Memulai Hidup Baru di Korea Selatan










