"Dengan waktu yang semakin sempit menuju hari pemungutan suara, semua paslon dituntut untuk memaksimalkan strategi guna memastikan mobilisasi pemilih yang efektif. Hasil akhir masih bergantung pada jurus pamungkas masing-masing kandidat," tutup mantan Ketua PSI Sulsel itu.
Diketahui, Peneliti LSI Denny JA, Muhammad Khatib mengatakan survei tersebut dilakukan pada 10-16 November menggunakan metode multi stage random sampling dengan margin of error sebesar 3,5%.
Sebanyak 800 orang responden diwawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner yang disiapkan. Responden dipilih secara proporsional dan seluruh pemilih di Makassar berkesempatan jadi responden.
Hasilnya, paslon nomor urut 1, Munafri Arifudin-Aliyah Mustika Ilham (MULIA) dengan elektabilitas dengan 34,6% disusul paslon nomor urut 2, Andi Seto Gadhista Asapa-Rezki Mulfiati Lutfi (SEHATI) 29,5%. Selanjutnya Indira Jusuf Ismail-Ilham Ari Fauzi AU (INIMI) 20,4% dan Muhammad Amri Arsyid-Abdul Rahman Bando (AMAN) 1,9%. Sementara responden yang belum menentukan pilihan atau swing voters sebanyak 13%.
"Sementara tren elektabilitas Munafri dan Aliya itu terjadi penurunan. Tepatnya dari 49 ke 34,6%. Ada penurunan pada pasangan Munafri dan Alia mustika Ilham. Seto-Rezki dari 21 naik cukup drastis, cukup signifikan naiknya dari 21 ke 29,5% ," katanya.










