Terkini, Makassar - Lembaga survei LSI Denny JA telah merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Munafri Arifudin – Aliyah Mustika Ilham (MULIA), berpotensi disalip oleh paslon nomor urut 2, Andi Seto Asapa – Rezki Mulfiati Lutfi (SEHATI), dalam Pilwalkot Makassar 2024.
Konon pasangan SEHATI trendnya terus menaik, dari 21,0% pada September lalu menjadi 29,5% pada November 2024. Berdasarkan survei yang dilakukan pada 10–16 November 2024, pasangan MULIA masih memimpin dengan elektabilitas 34%, diikuti SEHATI dengan 29,5%, pasangan INIMI sebesar 20,4%, dan pasangan AMAN 1,9%.
Survei tersebut menggunakan metodologi Multi Stage Random Sampling dengan wawancara tatap muka terhadap 800 responden terpilih dan margin of error 3,5%.
Menanggapi hasil survei ini, pegiat data intelligence, Fadli Noor, memberikan analisis singkat. Ia menyebutkan bahwa SEHATI berpotensi memenangkan pilkada jika trennya tetap linier.
"Jadi, kita berpikir pakai logika rasional waktu singkat masa survei begitu cepat. Bagi saya, jika SEHATI bisa menang jika Pilkada Makassar, jika dilaksanakan Januari 2025," kata Fadli, Kamis 21 November 2024.
Tak hanya itu, selaku pemerhati sosial Media, Fadli juga menegaskan bahwa dinamika pemilih menjelang hari pemungutan suara sangat menentukan. Tidak serta merta klaim oleh sati lembaga survei.
"Baik survei September maupun November oleh LSI itu masih dalam tahapan penggalangan pemilih. Saat ini sudah H-7, kita memasuki masa kanalisasi pemilih menuju tahap mobilisasi," tambahnya.
Menurut Fadli, tahap kanalisasi pemilih adalah fase krusial di mana simpul-simpul suara menjadi medan pertempuran utama. Ia menekankan bahwa strategi di tahap ini akan sangat memengaruhi hasil akhir.
"Tahap kanalisasi pemilih ini pertempuran di tingkat simpul-simpul suara dan ini sangat berdampak, sangat berbeda pada survei yang mengacu pada orang per orang," jelasnya.
Fadli juga mengingatkan agar para kandidat tidak melihat hasil survei sebagai proyeksi kemenangan. Hasil survei terakhir harus dijadikan informasi awal untuk optimalisasi strategi, bukan proyeksi kemenangan.










