Rencana tersebut kini akan dilanjutkan oleh keluarga besar Kerajaan Gowa sekaligus mempererat hubungan adat dan kekeluargaan antara kedua kerajaan.

Permaisuri Raja Gowa ke-38 bersama Putra Mahkota Kerajaan Gowa direncanakan akan melakukan kunjungan ke Matano dalam waktu mendatang.
Kunjungan tersebut bukan hanya sebagai balasan silaturahmi, tetapi juga menjadi simbol bahwa hubungan antara Kerajaan Gowa dan Kerajaan Matano akan terus berlanjut.
Silaturahmi di rumah yang penuh sejarah itu menjadi pengingat bahwa hubungan Matano dan Gowa bukan hanya tentang masa lalu.

Hubungan itu masih hidup hari ini dalam silaturahmi, dalam doa, dalam cerita yang diwariskan, dan dalam persaudaraan yang tetap terjaga dari generasi ke generasi.
Di tengah perubahan zaman, persaudaraan dua kerajaan itu tetap berdiri, tidak hanya sebagai cerita sejarah, tetapi sebagai hubungan keluarga dan adat yang terus berjalan hingga hari ini.









