Lembaga Adat Kerajaan Matano Silaturahmi di Kediaman Mendiang Raja Gowa ke-38, Menjaga Persaudaraan Lama

Lembaga Adat Kerajaan Matano Silaturahmi di Kediaman Mendiang Raja Gowa ke-38, Menjaga Persaudaraan Lama

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Ia menjelaskan bahwa hubungan antara Kerajaan Matano dan Kerajaan Gowa telah terjalin sejak masa lampau dan menjadi bagian dari sejarah serta identitas budaya masyarakat di Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, silaturahmi antar lembaga adat dan keluarga kerajaan dinilai penting untuk menjaga hubungan tersebut tetap terpelihara.

Lembaga Adat Kerajaan Matano Silaturahmi di Kediaman Mendiang Raja Gowa ke-38, Menjaga Persaudaraan Lama
Permaisuri Raja Gowa ke-38, Andi Hikmawati Kumala Idjo Petta Umba bersama putranya berfoto bersama putra Mokole Matano dan Pabbicara Wawainia Rahampu Matano, H. Abutar Ranggo

Menurutnya, kegiatan Adik Mokole Matano tidak hanya merupakan kegiatan seremonial adat, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar lembaga adat, kerajaan, serta masyarakat yang memiliki keterkaitan sejarah dan budaya.

Panjatkan doa untuk Raja Gowa ke-38

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga memanjatkan doa dan penghormatan kepada mendiang Raja Gowa ke-38 sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian beliau dalam menjaga adat, budaya, serta persatuan masyarakat.

Sementara itu, Permaisuri Raja Gowa ke-38, Andi Hikmawati Kumala Idjo Petta Umba, menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan silaturahmi dari Lembaga Adat Kerajaan Matano.

Lembaga Adat Kerajaan Matano Silaturahmi di Kediaman Mendiang Raja Gowa ke-38, Menjaga Persaudaraan Lama

Ia menyebut kunjungan tersebut memiliki makna penting dalam menjaga hubungan sejarah dan kekeluargaan antara kedua kerajaan.

“Kami dari keluarga besar Kerajaan Gowa sangat berterima kasih atas kunjungan ini. Silaturahmi seperti ini sangat berarti bagi kami karena hubungan antara Matano dan Gowa sudah terjalin sejak lama dan merupakan bagian dari sejarah serta kekeluargaan yang harus terus dijaga,” katanya.

Ketua Umum Srikandi Balira Kerajaan Gowa ini menyampaikan bahwa hubungan antara Kerajaan Matano dan Kerajaan Gowa diharapkan tetap terjaga oleh generasi penerus kedua belah pihak, sehingga nilai-nilai adat, budaya, dan sejarah tetap dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Lembaga Adat Kerajaan Matano Silaturahmi di Kediaman Mendiang Raja Gowa ke-38, Menjaga Persaudaraan Lama
Permaisuri Raja Gowa ke-38, Andi Hikmawati Kumala Idjo Petta Umba bersama putranya berfoto bersama putra Mokole Matano dan Pabbicara Wawainia Rahampu Matano, H. Abutar Ranggo dan rombongan

Silaturahmi adat seperti ini dinilai memiliki makna penting di tengah perkembangan zaman dan modernisasi yang terus berlangsung.

Kegiatan adat tidak hanya berfungsi sebagai tradisi seremonial, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai persaudaraan, penghormatan kepada leluhur, serta menjaga keberlanjutan budaya lokal.

Pertemuan tersebut juga mengingatkan pada rencana mendiang Raja Gowa ke-38 yang sebelum wafat berencana melakukan kunjungan ke sejumlah Lembaga adat se nusantara termasuk ke Matano.