Terkini.id, Jakarta - Belasan jurnalis yang diketahui turut melakukan peliputan aksi demonstrasi tolak UU Cipta Kerja pada Kamis 9 Oktober 2020 dilaporkan menghilang.
Belasan jurnalis tersebut termasuk di antaran ribuan perserta pengunjuk rasa yang dikabarkan hilang.
Diduga, para jurnalis tersebut ikut diamankan oleh polisi saat kejadian demonstrasi berujung ricuh.
Hal itu diungkapkan oleh Pengacara LBH Pers Ahmad Fathanah.
Menurut Ahmad Fathanah, totalnya ada 18 jurnalis yang menghilang dan tidak bisa dihubungi usai liputan aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja.
Rinciannya, 17 dari 18 orang yang dilaporkan menghilang berasal dari pers mahasiswa (Persma).
Sementara itu, ada satu jurnalis media online merahputih.com bernama Ponco Sulaksono yang juga dilaporkan hilang.
Namun berdasarkan informasi, jurnalis Ponco Sulaksono ikut ditahan bersama peserta unjuk rasa lainnya di Polda Metro Jaya.
"Persma kurang lebih 17 orang," kata Ahmad dalam keterangannya seperti dikutip dari tribunnewscom, Jumat 9 Oktober 2020.
Selan itu, sejumlah jurnalis juga dikabarkan mengalami tindakan represif oleh oknum aparat penegak hukum.
Ada perlengkapan liputan yang dirampas, ada pula yang dirusak saat meliput aksi.
Salah satunya, memori kamera milik jurnalis Suara.com atas nama Peter Rotti.
Saat meliput aksi, memori kamera Peter dirampas karena diduga tengah merekam aksi pemukulan para peserta unjuk rasa.
Akibat kejadian itu, Peter juga sempat dapat tindakan kekerasan. Di antaranya diseret dan dianiaya hingga mengalami luka lebam.
"Selain itu, ada kasus HP wartawan CNNIndonesia.com, Thohirin diambil polisi," tandasnya.










