Terkini.id, Jakarta - Ossy Dermawan, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat mengomentari kubu Moeldoko yang meminta Susilo Bambang Yudhoyono mendatangi dan mencium tangan Megawati sebagai permintaan maaf.
Menurut Ossy, narasi yang disampaikan Saiful Hufda Ems dari kubu Moeldoko itu kurang ajar dan minim intelektualitas.
Ia menyindir apakah Moeldoko tidak malu atas pernyataan tidak etis pengikutnya.
"Narasinya kurang ajar dan minim intelektualitas. Apa KSP Moeldoko tidak malu punya pengikut seperti ini? Atau justru KSP Moeldoko yg memerintahkan untuk bernarasi tidak etis seperti ini?" cuit @OssyDermawan pada Jumat, 2 April 2021.
Sebelumnya, Saiful Huda Ems sebagai Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat kubu Moeldoko menyinggung masa lalu SBY dan Megawati.
Saiful mengungkit bahwa pada saat SBY menjabat Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, ia membohongi Megawati yang saat itu menjadi Presiden.
Kala itu, di hadapan Megawati, SBY membantah bahwa ia terlibat dalam pendirian Partai Demokrat.
Namun, menurut Saiful, sesuai AD/ART PD hasil Kongres V, SBY mencantumkan diri sebagai pendiri bersama Ventje Rumangkang.
"Namun ternyata dalam AD/ART Partai Demokrat Tahun 2020, SBY malah mencantumkan nama dirinya sendiri bersama Ventje Rumangkang sebagai pendiri Partai Demokrat," kata Saiful pada Jumat, 2 April 2021, dilansir dari VIVA.co.id.
"Pernyataan SBY yang seperti itu, bukan hanya membohongi Presiden Megawati Soekarnoputri, melainkan pula telah membohongi rakyat dan seluruh kader Partai Demokrat pada khususnya," lanjutanya.
Saiful juga mengungkit bahwa SBY pernah berbohong ketika Megawati bertanya kepada sejumlah menterinya terkait pencalonan Presiden di Pemilu 2004. Ketika itu, SBY menyatakan tak mengikuti kontestasi.
Dengan alasan itu, Huda pun meminta agar SBY mendatangi Megawati untuk mencium tangannya.
"Maka sudah sepantasnya SBY mendatangi satu persatu orang-orang yang pernah dibohongi dan dituduh-tuduhnya tanpa bukti. Dan itu bisa dimulai SBY dengan mendatangi dan mencium tangan Ibu Megawati Soekarnoputri, Prof. Subur Budi Santoso, Pak Joko Widodo dan Pak Yasonna Laoly," kata Huda.
Saiful juga menyebut bahwa tuduhan-tuduhan yang dilayangkan kepada pemerintah terkait intervensi ke Partai Demokrat tidak terbukti.
Maka, selain ke Megawati, Huda juga meinta SBY beserta anak-anaknya meminta maaf ke tokoh-tokoh lain, termasuk Presiden Joko Widodo.
"Atas dasar semua itu, kami berpikir dan menyerukan agar SBY dan anak-anaknya segera mendatangi Presiden Jokowi, mendatangi Ibu Megawati, Prof. Subur, Pak Yasonna dan lain-lain untuk meminta maaf dan mencium tangannya. Meminta maaf dan mencium tangan pada orang yang kita zalimi itu suatu tradisi yang baik dan perlu dilestarikan," kata Saiful.










