Kritik Keras BPIP Soal Toleransi Agama, Hisyam Mochtar: Implementasi Nol Besar!

Kritik Keras BPIP Soal Toleransi Agama, Hisyam Mochtar: Implementasi Nol Besar!

Dzul Fiqram Nur

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Pegiat media sosial Hisyam Mochtar memberikan kritik keras atas peran BPIP dalam hal implementasi toleransi di Indonesia.

Ya, menurut penilaian Hisyam Mochtar, BPIP tidak memberikan implementasi terkait bagaimana penerapan toleransi beragama di Indonesia.

Ia mengatakan, dulu semasa BPIP belum dibentuk, kehidupan beragama di Indonesia masih adem alias tidak ada saling cek-cok.

Justru, kata Hisyam Mochtar, semenjak berdirinya BPIP, kehidupan beragama menjadi kacau dan terjadi kasus penistaan agama di mana-mana.

"Dulu gak ada BPIP kehidupan beragama malah lumayan harmonis. Sekarang kenapa malah ramai kasus penistaan agama?" ujarnya, dikutip oleh terkini.id.

Ia pun mempertanyakan soal peran BPIP saat ini. Bahwa ia menilai saat ini implementasi BPIP soal toleransi nol besar.

"Dimana peran BPIP? Jangan cuma gambar gembor toleransi tapi implementasi nol besar," lanjutnya menjelaskan.

Seperti terlihat, hal itu disampaikan oleh l Hisyam Mochtar melalui akun Twitternya dengan nama pengguna @HisyamMochtar pada Jumat, 17 Desember 2021.

Seperti terpantau oleh terkini.id, beberapa netizen juga turut memberikan komentar.

Ada yanh mengatakan jika sebaiknya saja, BPIP tersebut dibubarkan saja oleh pemerintah.

Dengan begitu, alokasi anggaran bisa digunakan untuk disalurkan kepada rakyat yang membutuhkan.

"Sebenarnya manfaat BPIP ini apa buat rakyat selama ini, kalau tak ada manfaat yg dpt dirasakan oleh rakyat mending dibubarin aja, gajinya dialokasikan untuk kepentingan rakyat yang lebih jelas dan terarah," ujar netizen.

Ada juga yang menilai justru dengan hadirnya BPIP, memperkeruh toleransi Indonesia.

"Bahkan ikut menyudutkan salah satu Agama, seolah berperan menambah gaduh nya Toleransi beragama yg selama itu baik baik saja," ujar netizen lainnya.

"Unfaedah, seharusnya dibubarkan untuk memangkas pengeluaran yg unfaedah dg gajinya yg besar," lanjutnya.