Terkini, Makassar – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan distribusi bahan pokok secara serentak di tujuh wilayah Indonesia menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Sidak ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga, ketersediaan pasokan pangan, serta mencegah praktik persaingan usaha tidak sehat di pasar.
Kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan pada Senin (9/3/2026) di sejumlah kota, yakni Medan, Bandar Lampung, Bandung, Surabaya, Samarinda, Makassar, dan Yogyakarta.
Dalam siaran pers yang diterbitkan pada 12 Maret 2026, KPPU menyebutkan bahwa pemantauan ini bertujuan memastikan distribusi komoditas pangan tetap berjalan lancar selama Ramadan hingga menjelang Lebaran.
“Kegiatan ini bertujuan memantau stabilitas harga, memastikan ketersediaan pangan, serta mengawasi potensi praktik persaingan usaha tidak sehat dalam distribusi komoditas pangan selama Ramadan,” tulis KPPU dalam keterangan resminya.
Harga Sejumlah Komoditas Mengalami Kenaikan
Berdasarkan hasil pemantauan di berbagai pasar tradisional, secara umum pasokan bahan pokok masih berada dalam kondisi aman. Namun, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya permintaan selama Ramadan.
Di Kota Medan, misalnya, harga daging ayam ras tercatat berada pada kisaran Rp43.000 hingga Rp45.000 per kilogram, masih di atas harga acuan pemerintah sekitar Rp40.000 per kilogram.
Sementara itu, beberapa komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang justru mengalami penurunan harga karena pasokan yang mencukupi di pasar.
Di wilayah Bandung Raya, sebagian besar harga bahan pokok relatif stabil. Namun harga cabai rawit merah masih cukup tinggi, yakni sekitar Rp95.000 hingga Rp100.000 per kilogram.
Selain itu, harga minyak goreng rakyat Minyakita juga tercatat melampaui harga eceran tertinggi (HET). “Harga Minyakita di pasar tercatat mencapai Rp19.000 per liter, sementara HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter,” ungkap KPPU.
Pemantauan Harga Pangan di Makassar
Di Makassar, KPPU melakukan pemantauan langsung di Pasar Terong bersama sejumlah instansi seperti Bank Indonesia, Bulog, serta dinas terkait di Provinsi Sulawesi Selatan.










