Syafii menambahkan,lokasi penemuan body park ini dilaporkan tidak jauh dari sektor 1 dan 4.
Dirinya juga menyebut, tim tetap melakukan upaya penyisiran secara intensif di Sektor 2 dan Sektor 3 untuk memastikan tidak ada objek yang terlewatkan.
“Saat ini, proses evakuasi tengah berlangsung. Tim berupaya menggeser temuan tersebut ke titik evakuasi yang digunakan pada pagi hari tadi, yang dinilai sebagai jalur tercepat menuju posko utama,” urainya.
Siagakan Armada Udara
Jenderal Bintang Tiga tersebut juga menyampaikan bahwa untuk mempercepat mobilisasi, pihak berwenang telah menyiagakan armada udara.
Pesawat dipastikan dalam posisi standby untuk mengangkut korban maupun serpihan material pesawat yang memungkinkan untuk dibawa.
"Secara prioritas, kita sudah pastikan pesawat standby. Baik untuk evakuasi korban maupun body part yang bisa kita angkut,"kata Syafii.
Modifikasi Cuaca
Operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu opsi dalam membantu pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
"Kondisi cuaca ini juga (ekstrem) dan telah kita koordinasikan. Mudah-mudahan bisa kita laksanakan operasi modifikasi cuaca, sehingga bisa membantu untuk percepatan pelaksanaan operasi SAR,"pungkasnya.
Mohon doa dan Dukungan Masyarakat
Syafii juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar pencarian korban seluruhnya segera ditemukan.
"Tim telah berupaya semaksimal mungkin mengerahkan kemampuan dalam operasi pencarian. Kami mengapresiasi kerja-kerja tim SAR gabungan berjibaku telah menemukan lokasi dan dua korban atas insiden dari pesawat tersebut," ujar Syafii beberapa waktu lalu.
Untuk diketahui, daftar 10 orang yang menumpangi pesawat Indonesia Air Transport, masing-masing Deden, Ferry dan Yoga yang merupakan pegawai Kementerian KKP.










