Klaim Tak Pernah Marah, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi: Hati Saya Selembut Salju

Klaim Tak Pernah Marah, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi: Hati Saya Selembut Salju

Muhsin Hidayat

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengklaim dirinya sebagai pribadi yang tak pernah marah.

"Saya tak pernah marah, kalau saya marah selesai kalian. Saya tak pernah marah, tapi begini lah," ujar Edy Rabu 19 Januari 2022.

Ia menambahkan gaya bicaranya memang seperti itu, dan orang menafsirkannya sebagai ekspresi marah.

Edy mengaku tak pandai berbicara dengan lemah lembut. Namun hatinya lebih lembut dari kapas.

"Setiap ngomong seperti ini bukan berarti lebih jelek dari orang yang ngomongnya iya, iya," ucap Edy dilansir dari CNN Indonesia.

"Saya tak bisa (berbicara) lembut. Tapi yakinkan, hati saya selembut salju. Kalau kalian tak percaya tanya Boru Lubis (Nawal Lubis- Istri dari Edy) itu," tambahnya.

Edy pun menyebut segala tindakan kita pasti akan dipertanggungjawabkan di dunia maupun di akhirat. Tapi maksud baik dari ketegasannya sering dilihat negatif dan dicap sebagai pemarah.

"Harus mempertanggungjawabkan, begitu dicabut nyawa kita kita harus pertanggungjawaban. Persoalannya saya tak pandai ngomong. Pasti besok keluar, ini gubernur marah-marah lagi, itu aja yang dilihat," ujarnya.

Pada acara Pengukuhan Pimpinan Pusat Pemuda Tapanuli Bagian Selatan itu, Edy berharap para pemuda memberikan karya nyata. Bukan hanya pandai membuat proposal kegiatan tapi kurang aksi.

"Hanya persoalannya apa yang mau kau buat sampai tahun 2026, panjang kali itu. Tidur-tidur, nanti pemilihan lagi, hanya bikin proposal saja, untuk apa. Apa yang bisa kau buat. Kalau kau tak bisa buat kau tak bisa memberi," ucap Edy.

Diapun meminta ketegasan seorang pemimpin harus selalu dinilai positif. Bukan terus menyerang dengan tameng hukum.

"Nanti langsung marah dia tu, langsung panggil lawyer, somasi. Diajari kalian hukum bukan untuk menyengsarakan orang, hukum itu untuk memilah agar orang tak salah," tambah pria yang juga mantan Pangkostrad itu.