Kisah JK yang Menunduk Tinggalkan Rujab 10 Tahun Lalu: 'Kini Kepalanya Tegak'

Kisah JK yang Menunduk Tinggalkan Rujab 10 Tahun Lalu: 'Kini Kepalanya Tegak'

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkini.id, Makassar - Jusuf Kalla banyak mendapat ucapan terima kasih setelah jabatannya sebagai Wakil Presiden resmi berakhir pada hari ini, Minggu 20 Oktober 2019. Banyak yang mengingat jasa-jasa Jusuf Kalla yang telah menjadi Wapres paling lama di Indonesia. Jasa-jasa Wapres asli Bugis itu muncul saat mendampingi dua presiden, yakni Susilo Bambang Yudhoyono dan Jokowi. [caption id="attachment_178156" align="alignnone" width="540"]Kisah JK yang Menunduk Tinggalkan Rujab 10 Tahun Lalu: 'Kini Kepalanya Tegak' Persiapan JK di rumahnya di Jalan Brawijaya Jaksel, 20 Oktober 2014 saat akan dilantik sebagai Wapres di Jalan Brawijaya Jaksel.(Satwapres RI)[/caption] Di tengah tingginya ucapan terima kasih untuk Jusuf Kalla di media sosial, beberapa orang membagikan kenangan sepuluh tahun lalu, saat JK purna-tugas dari posisi Wapres. [caption id="attachment_178158" align="alignnone" width="960"]Kisah JK yang Menunduk Tinggalkan Rujab 10 Tahun Lalu: 'Kini Kepalanya Tegak' Persiapan JK di rumahnya di Jalan Brawijaya Jaksel, 20 Oktober 2014 saat akan dilantik sebagai Wapres di Jalan Brawijaya Jaksel.(Satwapres RI)[/caption] Jurnalis senior yang kini menjadi komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar, menceritakan kenangannya di saat-saat masih menjadi wartawan peliput istana wapres, sepuluh tahun lalu. Saat itu, Gunawan mengungkapkan ekspresi Jusuf Kalla yang kebanyakan menunduk. Betapa tidak, kala itu, hubungan JK dengan SBY retak. Saat itu, JK juga kalah di pemilihan presiden 2009. Namun, lima tahun kemudian, JK kembali membuktikan bisa menjadi Wapres mendampingi JK. Suasananya pun berbeda ketika jabatan Wapresnya berakhir: masyarakat menyambut baik, dan bangga dengan JK. "Saya membayangkan pagi ini pak JK juga melakukan hal yang sama dengan sepuluh tahun lalu, bersiap-siap dan menuruni tangga yang sama. Kali ini meninggalkan rumah dinas dengan kepala tegak," tulis Gunawan Mashar. Selengkapnya, berikut postingan Gunawan Mashar di media sosial: Kisah JK yang Menunduk Tinggalkan Rujab 10 Tahun Lalu: 'Kini Kepalanya Tegak' Masih pagi-pagi sekali, keluarga sudah berdandan rapi. Mereka di ruang utama, menunggu JK yang masih bersiap-siap di lantai dua. Tersisa beberapa Paspampres, dan juga ajudan ibu Mufidah saat itu yang menemani. Tak lama, nampaklah JK menuruni tangga. Saya lalu mengambil gambarnya. Hari itu di tanggal yang sama dengan hari ini, 10 tahun lalu. JK didampingi ibu Mufidah akan berangkat ke pelantikan presiden dan wakil presiden yang baru, SBY-Boediono, sekaligus meninggalkan rumah dinas di Jl Diponegoro. Sebelum naik ke mobil, JK berfoto dengan semua pengawalnya, lalu menghampiri wartawan yang ada saat itu. "Kabarnya semua baek," tanyanya. Setelah itu ia kebanyakan merunduk. Ini sapaan terakhir JK sebagai pendamping presiden. Bagi kami wartawan yang bertugas di kantor wapres saat itu, juga seperti kata-kata pamit setelah melewati tahun yang sibuk dan melelahkan: hubungan yang 'retak' dengan presiden saat itu, lalu kalah di pemilihan presiden 2009. Namun rupanya garis tangan pula yang membawa ia kembali lima tahun kemudian. JK menjadi wapres lagi, bersama presiden berbeda, Joko Widodo. Saya membayangkan pagi ini pak JK juga melakukan hal yang sama dengan sepuluh tahun lalu, bersiap-siap dan menuruni tangga yang sama. Kali ini meninggalkan rumah dinas dengan kepala tegak.