Terkini.id, Jakarta - Sejumlah Kiai yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Penjaga Akal Sehat (Gemas PAS) meminta PBNU tegas dalam menyikapi kasus Mardani H Maming yang saat ini berstatus sebagai buronan KPK.
Diketahui bahwa Mardani H Maming telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena terlibat kasus suap pada saat dirinya menjabat sebagai Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
Pemuka agama yang tergabung dalam Gemas PAS ini adalah pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon KH Imam Jazuli, KH Aguk Irawan, dan KH Maman Imanulhaq.
KH Imam Jazuli menegaskan bahwa PBNU harus memecat Mardani Maming dari jabatannya sebagai Bendahara Umum PBNU.
KH Imam Jazuli khawatir jika citra PBNU nanti berubah menjadi organisasi pembela tersangka koruptor.
"Pemecatan Mardani Maming adalah pilihan yang terbaik di antara perkara-perkara buruk. Lebih baik NU dicitrakan pernah dihuni oleh seorang tersangka koruptor, dari pada NU dicitrakan membela tersangka koruptor," ujar KH Imam Jazuli, dikutip dari rmol.id, Kamis 28 Juli 2022.
Sementara itu, KH Aguk Irawan berpendapat, negara-negara yang beradab dan maju, akan menjunjung tinggi kepatuhan pada hukum yang berlaku di negaranya.
Jika Mardani H Maming orang yang menjunjung kepatuhan hukum maka dirinya tidak akan mangkir dari proses hukum, termasuk KPK.
KH Aguk Iriawan berpendapat nilai kepatuhan hukum di negara maju penting dicontoh oleh negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Terutama dalam kasus Mardani H Maming.
KH Maman Imanulhaq juga mempertanyakan sikap PBNU yang masih membiarkan Mardani H Maming menjabat sebagai Bendahara Umum PBNU.
KH Maman Imanulhaq menilai sikap PBNU di bawah kepemimpinan Gus Yahya seolah-olah membela politikus PDIP tersebut.
KH Mamam Imanulhaq mengaku khawatir hal ini akan menjadi gejolak besar yang akan menimpa PBNU suatu saat nanti.
Sedangkan PDIP sebagai rumah politik Mardani H Maming sudah memutuskan tidak akan mengganggu jalannya proses hukum yang digelar KPK.
Oleh karena itu menurut KH Maman Imanulhaq, PBNU telah telat mengambil sikap dan sangat disayangkan jika PBNU rela berkorban demi mempertahankan seorang tersangka KPK.
"Terlalu besar harga yang dibayar untuk mempertahankan seorang Maming di PBNU, yang pada akhirnya merusak reputasi NU sebagai ormas terdepan pendukung NKRI," imbuh KH Maman Imanulhaq.
Sampai berita ini diturunkan, belum ditemukan tanggapan PBNU terkait komentar dari Kiai Gemas PAS ini.










