Terkini.id, Jakarta - Jenderal Dudung Abdurachman resmi dilantik menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menggantikan Jenderal Andika Perkasa.
Dilantiknya Jenderal Dudung, menarik perhatian Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif.
Dilansir dari RMOL, Rabu 17 November 2021, Slamet Ma'arif berharap agar kedepannya Jenderal Dudung dapat membawa TNI AD kembali dekat dengan ulama dan umat Islam.
"Semoga bisa kembali membawa TNI AD dekat dengan rakyat terutama ulama dan umat Islam," kata Slamet Ma'arif.
Ia juga berharap agar Jenderal Dudung bisa menjaga keutuhan NKRI.
Secara khusus, Slamet pun mengungkit kembali kejadian pada November 2020. Dimana pada saat itu, Jenderal Dudung mengerahkan pasukannya untuk mencopot baliho milik FPI.
Ia meminta Jenderal Dudung tidak lagi melakukan hal tersebut (mencopot baliho) dan serta merta mengembalikan wewenang itu pada Satpol PP.
“Kembalikan wewenang Satpol PP yang sempat diambil alih," pungkasnya
Diketahui sebelumnya, Jenderal Dudung yang kala itu menjabat sebagai Panglima Kodam (Pangdam) Jaya memerintahkan prajurit Garnisun Tetap I/Jakarta untuk mencopot baliho Front Pembela Islam (FPI) bertuliskan ajakan untuk menjalankan Revolusi Akhlak disertai foto Habib Rizieq.
Jenderal Dudung mengambil alih pencopotan Baliho itu sebab FPI tak mendengarkan peringatan dari Satpol PP yang melarang untuk memasang baliho tanpa izin.
Menurut Dudung, Indonesia adalah negara hukum. Sehingga semua elemen masyarakat harus taat kepada hukum, termasuk pemasangan baliho. Ada aturan dan juga pajak yang mengikatnya.










