Terkini.id, Jakarta – Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menanggapi rencana dual antara Denny Siregar dengan Novel Bamukmin.
Ia merasa aneh atas rencana tersebut yang kian memanas setelah Ade Armando babak belur di aksi BEM SI pekan lalu.
“Waduh, masih sahut-sahutan aje,” ucap Iwan, Minggu 17 April 2022.
Menurutnya, akar dari masalah ini adalah Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.
Seandainya waktu itu, Luhut tidak sesumbar mengatakan bahwa ia memiliki big data, mungkin saja tidak ada perpecahan antar anak bangsa di negeri ini.
Iwan Sumule yakin duel Denny Siregar dan Novel Bamukmin muncul gara-gara Ade Armando babak belur saat hadiri aksi BEM SI menolak perpanjangan masa jabatan presiden.
Seperti yang dilansir dari Detikcom bahwa Denny Siregar menyebut pengeroyok Ade Armando adalah ‘kadrun’.
Adapun penolakan mahasiswa muncul lantaran Luhut sesumbar punya big data yang menyebut masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan untuk menunda pemilu.
Sementara faktanya, mahasiswa, pendukung Jokowi, hingga mereka yang disebut ‘kadrun’ oleh Denny Siregar bersatu menolak rencana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.
“Jadi kenapa Luhut yang biang gaduh, tapi malah kalian yang jadi ribut dan mau kelahi?” tanya Iwan Sumule.
Oleh sebab itu, Iwan Sumule meminta kepada Denny Siregar dan Novel Bamukmin untuk sama-sama mengesampingkan hal-hal yang menambah kegaduhan negeri ini.
Terlebih semua sedang dalam satu suara untuk menolak penguasa memperpanjang masa jabatan.
“Kesampingkan yang menambah kegaduhan. Karena keadaan memanggil dan membutuhkan semua anak bangsa. Bersatu, bersama, bahu-membahu selamatkan Indonesia. Sebelum terlambat!” ungkapnya.










