Abdi menjelaskan bahwa kurangnya armada pengangkut logistik dari PT. POS menjadi faktor utama dalam keterlambatan tersebut.
KPU Makassar menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pemilih atas keterlambatan distribusi logistik pemilu yang mengakibatkan antrean panjang di TPS.
Meskipun begitu, mereka memastikan bahwa telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyalurkan logistik pemilu secepat mungkin.
“Ada sedikit kendala dengan armada angkutan logistik, sehingga distribusi logistik ke TPS sedikit mengalami keterlambatan,” kata Abdi Goncing.
Di beberapa TPS, seperti TPS 06 Kelurahan Pandang dan TPS 31 Lorong Mekanis, terdapat keterlambatan dalam proses pencoblosan karena logistik belum tiba tepat waktu.
Warga terpaksa menunggu beberapa jam sebelum dapat mencoblos, sementara petugas KPPS masih sibuk mempersiapkan perlengkapan administrasi.
Kondisi ini menunjukkan bahwa masalah keterlambatan distribusi logistik pemilu masih menjadi perhatian utama di Kota Makassar.
Perlu adanya langkah-langkah perbaikan dan peningkatan dalam pengelolaan distribusi logistik pemilu agar proses pemilihan umum berjalan lebih lancar dan efisien di masa depan.










