Terkini.id, Jakarta - Ricuhnya gelombang protes kenaikan harga bahan bakar di Kazakhstan kian memanas.
Kerusuhan yang dimulai sejak Selasa, 4 Januari 2022 lalu itu rupanya masih belum usai hingga saat ini.
Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev memerintahkan personel keamanan untuk menembak di tempat para perusuh yang ia sebut sebagai teroris.
Melansir dari KompasTV, Tokayev menyebut ada 20.000 bandit dan teroris yang menyerang pusat keuangan Almaty dan menghancurkan sejumlah fasilitas negara.
Ia menyebut bahwa kerusuhan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini bukanlah disebabkan oleh para demonstran, melaikan dilakukan oleh teroris asing dan terlatih.
Presiden Kazakhstan pun menekankan tidak akan membuka ruang diskusi dengan para perusuh.
Diketahui sebelumnya, unjuk rasa yang berlangsung di kota terbesar Kazakhstan, Almaty itu, akhirnya berujung pada aksi kekerasan.
Sejumlah gedung pemerintahan diserang, dan area kepresidenan dibakar oleh para demonstran.
Aksi unjuk rasa ini juga menelan korban jiwa yang tak sedikit, sebanyak 28 polisi dan 16 demonstran dilaporkan tewas akibat kerusuhan.
Bahkan pada hari yang sama pada awal kerusuhan terjadi, Tokayev mengumumkan bahwa negara pecahan Uni Soviet itu tengah berada dalam kondisi Darurat Nasional.










