“Vatikan memiliki peran sentral dalam dialog kemanusiaan dan lingkungan yang menjangkau seluruh dunia, termasuk berkomunikasi secara intens dengan masyarakat global lintas suku, agama, dan ras. Kerja sama dengan Vatican akan membawa Gerakan 5P menjadi kiblat global dalam mengkampanyekan masa depan dunia yang lebih baik dari Indonesia,” ujar Arsjad.
Arsjad mengatakan, 5P tidak sekedar slogan, tetapi lahir dari keutamaan masyarakat Indonesia, yang berbeda-beda tetapi tetap satu. Perdamaian yang ditunjukkan Indonesia harus menjadi contoh bagi dunia dalam mengelola berbagai perbedaan.
Indonesia, kata Arsjad, juga memiliki potensi sebagai pemimpin global dalam hal transisi energi bersih. Hal ini karena Indonesia memiliki kekayaan energi baru terbarukan, termasuk komitmen Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission, salah satunya dengan mengedepankan kendaraan listrik.
“Gerakan 5P Indonesia berangkat dari keprihatinan terhadap pemanasan global, peperangan, dan tindakan ketidakadilan yang tiranik, yang membutuhkan aksi nyata, bersumber pada nilai nilai moral, spiritual, dan agama. Semua agama bersumber pada ajaran mengasihi sesama dan dunia, dan itulah pintu masuk untuk membangun komitmen bersama dalam memerangi pemanasan global, perang, dan ketidakadilan yang masih terjadi,” kata dia.
Sementara itu, Paus Fransiskus mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Arsjad Rasjid atas inisiatif Gerakan 5P, menekankan betapa pentingnya gerakan tersebut pada saat ini, dan mendukung penuh kelanjutan gerakan tersebut.
Pada saat audiensi tersebut, Paus Fransiskus memberkati dua motor listrik dan menerima 10 sepeda motor listrik dari Alva, yang ditujukan untuk Gendarmeri Vatikan.
Paus Fransiskus juga menekankan pentingnya transisi yang adil dalam bidang energi.
Untuk diketahui, Vatikan adalah salah satu negara pertama yang mengadopsi kebijakan transformasi transportasi menjadi ramah lingkungan, dan Paus Fransiskus adalah Paus pertama yang secara resmi berbicara tentang manfaat kendaraan listrik.









