Terkini.id, Jakarta - Seorang aktivis petisi '28 Haris Rusly Moti menanggapi pemberitaan terkait angka kematian warga akibat Covid-19.
Diketahui, saat ini angka kematian Covid-19 sudah menembus angka lebih dari 90 ribu kasus kematian.
Melansir Rmolid, menurut data dari Satgas Covid-19, dalam sehari terdapat lebih dari seribu angka kematian virus corona.
Haris lalu menyimpulkan bahwa berdasarkan data kematian yang tembus 90 ribu tersebut, menandakan bahwa pemerintahan Jokowi tidak berdaya dalam menangani pandemi Covid-19.
"Angka ini menandai tak berdayanya organ tubuh pemerintahan Jokowi yang dihantam virus oligarki pemangsa hajat hidup orang banyak," ucap Haris dikutip terkini.id dari Rmolid, Jumat, 30 Juli 2021.
Aktivis tersebut lantas mengajak masyarakat untuk segera mendesak Presiden Jokowi untuk mengumumkan kegagalannya dalam menangani pandemi Covid-19.
Menurut Haris, Jokowi gagal dalam menjalankan amanat konstitusi, yaitu melindungi segenap tumpah darah Indonesia.
"Seluruh rakyat harus mendesak Presiden Jokowi menyampaikan pidato pertanggungjawaban di hadapan rakyat karena gagal 'melindungi segenap tumpah darah Indonesia' yang diamanatkan Pembukaan UUD 1945," ucapnya kembali.
Kendati demikian, pemerintah sampai saat ini tetap berusaha untuk menangani krisis pandemi covid, baik dari segi kesehatan, perekonomian, dan sosial masyarakat.
Segala macam aturan telah ditegakkan, hingga saat ini aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih terus digalakkan.
Tak hanya itu, upaya bantuan sosial juga tetap dikerahkan demi membantu hajat hidup orang banyak.










