PNPK Sebut Lembaga Survei Dibayar Oligarki, Netizen: Survei Khusus Untuk Cebong

PNPK Sebut Lembaga Survei Dibayar Oligarki, Netizen: Survei Khusus Untuk Cebong

I
Indah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Harry Rusli Moti selaku Presidium Nasional PNPK mengatakan bahwa lembaga survei di Indonesia merupakan hasil survei bayaran.

Lebih lanjut lagi, Harry Rusli Moti menduga bahwa lembaga survei di Indonesia telah dibayar dengan menggunakan uang oligarki.

“Lembaga survei dibayar pakai duit oligarki,” ujar Harry Rusli Moti, dikutip dari keuangannews.id, Selasa 14 Juni 2022.

Persentase hasil yang dibuat oleh para lembaga survei di Indonesia digunakan untuk menggiring opini publik terkait elektabilitas seorang kandidat Capres dan Cawapres pada pemilu 2024 kelak.

Harry Rusli Moti juga menyatakan seharusnya tindakan mempengaruhi publik dengan memakai lembaga survei tidak dilakukan.

Seorang kandidat Capres dan Cawapres sudah sepantasnya dilihat dari berbagai macam prestasi yang telah dihasilkan oleh para peserta pemilu 2024.

Masyarakat juga sudah seharusnya hanya melihat dari visi serta misi kandidat Capres dan Cawapres tersebut.

“Popularitas Capres mestinya akibat dari penerimaan masyarakat atas kapasitas & visi yg diajukan si Capres,” tutur Harry Rusli Moti.

Selain itu, Harry Rusli Moti berpendapat lembaga survei saat ini sudah terlihat seperti lembaga konsultan politik.

Harry Rusli Moti juga menduga bahwa lembaga survei ini menerima bayaran dengan membuat survei palsu.

“Idealnya penentuan Calon Presiden tak didikte lembaga survei yang rangkap konsultan kampanye untuk bentuk popularitas palsu,” ungkap Harry Rusli Moti.

Netizen yang melihat pemberitaan ini mengatakan bahwa hanya orang bodoh yang bisa percaya dengan hasil survei pesanan tersebut.

PNPK Sebut Lembaga Survei Dibayar Oligarki, Netizen: Survei Khusus Untuk Cebong
Cuitan Netizen Soal Lembaga Survei di Indonesia (screenshot dari kolom komentar akun Twitter @keuangannews_id)

“Apalagi survey yg masih sekolam...bebarapa waktu ini gencar banget. Hanya orang DUNGU yg percaya surva survey pesenan..” tulis akun Twitter @leviyossypalevi, dilihat Selasa 14 Juni 2022.

“O ... pantas, sesuai seponsor lah hasilnya,” lanjut akun Twitter @JMarkasi.

“Survey khusus untuk Cebong,” tambah akun Twitter @J_Mustofa.

“Lembaga survei untuk saat ini emang harus di daur ulang kembali. Independensi nya dipertanyakan,” pungkas akun Twitter @YVarino.