Terkini.id, Jakarta – Tony Rosyid seorang pengamat politik belum lama ini menyebutkan bahwa Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta sosok pemimpian yang perfeksionis.
Hal tersebut disampaikan Tony Rosyid melalui sebuah keteragan tertulis. Di mana Tony mengatakan bahwa karakter yang dimiliki Anies itu bisa berpengaruh besar jika dirinta maju Pilpres 2024.
Sebab, Anies akan sangat detail dan menyusun cara agar bisa menang saat Pilpres 2024.
"Itu akan memengaruhi kinerja timsesnya dan strategi kemenangan yang dijalankan timses Anies," katanya.
Dia menjelaskan karakter perfeksionis yang dimiliki Anies sudah teruji di Jakarta. Dikutip dari Populis. Sabtu, 21 Mei 2022.
Pasalnya, karakter itu membuat Anies bisa keluar dari berbagai persoalan yang menderanya di Jakarta.
"Anies selalu mampu keluar dari semua penjegalan, seperti interpelasi, bidikan hukum, provokasi fitnah, dan penghinaan. Semua mampu dilaluinya," ucapnya.
Menurut Tony, Anies memang menghadapi berbagai persoalan dengan perhitungan matang.
Jadi, Anies tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan.
"Kondisi itu menjadi sulit mengalahkan manusia dengan tipologi perfeksionis seperti Anies. Terlalu matang dalam persiapan dan pekerjaan. Sangat terukur," ucapnya.
Sementara itu baru-baru ini juru Bicara DPP PSI Sigit Widodo menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait wacana pembelian pompa kuras untuk proyek sumur resapan.
Sigit Widodo merasa aneh soal rencana Pemprov DKI Jakarta membeli pompa kuras.
Menurutnya, pengadaan pompa kuras itu akan menjadi berdebatan karena sumur resapan seharusnya berfungsi menyerap air hujan ke dalam tanah.
"Saya rasa sumur resapan itu fungsinya meresapkan air agar tidak banjir. Jadi, mengapa harus punya pompa kuras?" kata Sigit.
Anak buah Giring Ganesha itu menjelaskan rencana pembelian pompa kuras itu tidak sesuai dengan proyek sumur resapan.
Sebab, dia mengatakan menjadi masalah ketika rencana itu lebih mirip layaknya tempat pembuangan kotoran.
"Kalau pemeliharaanya harus dikuras menggunakan pompa, itu jadi mirip septic tank," jelasnya.
Sigit meminta Gubernur Anies Baswedan agar lebih serius dalam proyek sumur resapan jika ingin mengatasi banjir.
Selain itu, dia menyindir telak wacana rencana pompa kuras tersebut karena bisa dilakukan setiap setahun sekali.










