Jokowi Tidak Hadir di HUT NasDem, Denny Siregar Bilang Begini

Jokowi Tidak Hadir di HUT NasDem, Denny Siregar Bilang Begini

I
Indah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Pegiat media sosial Denny Siregar memberikan pendapatnya tentang ketidakhadiran Jokowi dalam acara Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Nasional Demokrat (Partai NasDem).

Melalui akun media sosial pribadinya, Denny Siregar mengatakan bahwa Jokowi malas untuk datang ke acara HUT Partai NasDem.

“Ya males lahhh.. Orangnya sekarang gak asik..” ujar Denny Siregar sambil melampirkan artikel berita yang berisi tentang tidak hadirnya Jokowi di acara HUT NasDem, dikutip dari Twitter @Dennysiregar7, Jumat 11 November 2022.

Jokowi Tidak Hadir di HUT NasDem, Denny Siregar Bilang Begini
Tangkapan Layar Cuitan Denny Siregar Tentang Jokowi dan Partai NasDem (Twitter @Dennysiregar7)

Disisi lain, Ahmad Ali selaku Wakil Ketua Partai NasDem mengklaim bahwa pihaknya memang tidak mengundang Jokowi ke acara HUT NasDem.

“Jadi meminimalisir perkembangan COVID yang semakin naik, kondisi global juga menjadi salah satu pertimbangan. Jadi kita melakukan ini sangat tradisional, sangat sederhana. Kita ingin menjangkau banyak orang lewat cara yang merata,” kata Ahmad Ali.

Absennya Jokowi dalam acara ulang tahun Partai NasDem membuat publik bertanya-tanya lantaran selama ini mantan Gubernur DKI Jakarta itu selalu hadir secara langsung di acara perayaan ulang tahun partai politik.

Walaupun Jokowi tidak datang secara langsung, Ahmad Ali berujar sang presiden tetap akan menyampaikan sambutannya lewat sebuah video.

“HUT ini Pak Jokowi akan memberikan sambutan. Nanti ada pengarahan Pak Jokowi yang dia akan diputarkan,” tuturnya.

Sebagai informasi, awal rumor ketidakharmonisan hubungan Jokowi dan Partai NasDem dimulai ketika video yang menampilkan Surya Paloh sedang mencoba untuk memeluk Jokowi menjadi viral di media sosial.

Dalam video itu tampak Jokowi tidak membalas pelukan Ketua Umum Partai NasDem tersebut.

Menanggapi video viral itu, Surya Paloh menjelaskan bahwa pada saat itu situasinya tidak memungkinkan untuk Jokowi membalas pelukannya.

"Ya, bagaimana mau membalas dalam suasana seperti ini, banyak ramai kanan-kiri semuanya. Kalau berdua kan biasa pelukan," ucap Surya Paloh.

"Pertemuan-pertemuan seperti ini barangkali agak berbeda kalau pertemuan berdua," lanjutnya.