Jokowi Sebut Kriteria Kandidat Kepala Otorita IKN Memiliki Background Arsitektur

Jokowi Sebut Kriteria Kandidat Kepala Otorita IKN Memiliki Background Arsitektur

Cici Permatasari

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Terkait kriteria kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Presiden Joko Widodo membeberkan bahwa kandidat tersebut memiliki pengalaman memimpin daerah dan kemampuan di bidang arsitektur.

Dalam pertemuan dengan beberapa pimpinan redaksi di Istana Kepresidenan, Jokowi hanya memberitahu ciri-ciri dari kandidat dan tidak menyebutkan nama sosok yang akan dipilih.

"Paling tidak pernah memimpin daerah dan punya background arsitektur," ucap Jokowi, dilansir dari Cnnindonesiacom. Jumat, 21 Januari 2022.

Saat menjawab pertanyaan dari peserta diskusi mengenai suku dari kandidat tersebut, apakah dia keturunan Sunda, Jokowi hanya tersenyum saja.

Jokowi juga membahas asal usul istilah Nusantara untuk ibu kota negara saat itu.

Dia memilih nama itu setelah mempertimbangkan keinginan banyak pemangku kepentingan, katanya.

Pembangunan IKN Nusantara, menurut mantan Wali Kota Solo itu, membutuhkan waktu 15-20 tahun untuk diselesaikan.

Dia tidak khawatir presiden berikutnya akan menghentikan proyek jangka panjang karena diatur oleh undang-undang.

"Sudah disepakati oleh delapan fraksi di DPR. Artinya, suara mayoritas kekuatan politik di DPR menghendaki perpindahan ibu kota negara," tutur Jokowi.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan untuk memindahkan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke IKN Nusantara. Niat itu telah disahkan melalui Undang-Undang IKN.

IKN Nusantara tidak akan dipimpin oleh kepala daerah, melainkan oleh otorita.

Kepala Otorita IKN Nusantara adalah pejabat setingkat menteri yang dipilih presiden untuk menjabat selama lima tahun.

Sejumlah nama kandidat pernah disebut Jokowi pada Maret 2020. Mereka adalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Bambang Brodjonegoro, Tumiyono, serta Azwar Anas.