Terkini.id, Jakarta - Publik akhir-akhir ini sering menyebut bahwa pemerintah Indonesia telah bersikap otoriter dan antikritik.
Hal itu lantaran belakangan ini banyak masyarakat yang menyampaikan aspirasinya malah berujung berurusan dengan pihak aparat.
Baru-baru ini viral seorang peternak yang ada di Blitar yang membentangkan poster berisi aspirasi soal bahan pangan yang terlampau mahal.
Pria tersebut membentangkan poster saat Presiden Jokowi melintas dalam kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu.
Sayangnya, setelah peternak tersebut menyampaikan aspirasinya, pria itu malah berujung diamankan oleh pihak aparat.
Hal ini lantas kembali memicu kemarahan publik, dan lagi-lagi semakin mengatakan bahwa Jokowi itu antikritik dan anti demokrasi.
Namun, Jokowi angkat bicara, ia mengatakan bahwa penangkapan tersebut bukan perintah dari dia. Sebab ia bukan orang yang antikritik.
"Saya tidak antikritik. Sudah biasa dihina. Saya dibilang macam-macam, dibilang PKI, antek asing, aseng, plonga plongo. Itu sudah makanan saya sehari-hari,” kata Jokowi saat bertemu para pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Negara, Rabu, 15 September 2021, dilansir Kumparan.
Jokowi bahkan menegur Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas tindakan kepolisian yang sangat reaktif tersebut.
Kepada presiden, Sigit lantas mengaku bahwa kebijakan penangkapan itu inisiatif dari bawahannya.
"Pak Kapolri mengatakan itu bukan kebijakan kita, tapi Kapolres. Dan Kapolres juga menyatakan, itu bukan kebijakan mereka, tapi inisiatif di Polsek. Saya minta jangan terlalu berlebihan," ucap Jokowi.










