Terkini.id, Jakarta - Pendakwah kondang, Ustadz Suparman Abdul Karim menanggapi pernyataan pihak yang kerap menuduh Presiden Jokowi sebagai komunis Firaun.
Adapun video Ustadz Suparman tanggapi pihak yang menuduh Jokowi sebagai komunis Firaun itu viral usai diunggah pengguna Twitter RonaldLampard8, seperti dilihat pada Rabu 13 Juli 2022.
Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyebut lagi-lagi Jokowi dituduh Firaun dan difitnah sebagai komunis.
"Lagi & Lagi Pak Jokowi dituduh FIRAUN difitnah KOMUNIS dll... - Ustadz Suparman Abdul Karim," cuit netizen RonaldLampard8.

Dilihat dari video itu, tampak awalnya terdengar suara seseorang menyinggung soal pandemi Covid-19 dijadikan alasan oleh pemerintah untuk menunda pemilu.
"Pandemi ini memang pandemi kejahatan kemanusiaan kalau kami melihatnya. Berapa banyak rakyat yang meninggal gara-gara pandemi ini. Dan sekarang dijadikan alasan untuk penundaan pemilu," ujar suara seorang pria dalam video itu.
Selain itu, suara pria tersebut menuding rezim Pemerintahan Presiden Jokowi sekarang ini merupakan gabungan antara komunis dan Firaun.
"Jadi kalau saya gabungkan gaya komunis dengan firaun, rezim yang sekarang ini komunis Firaun. Lebih parah dari komunis, lebih parah dari Firaun," tuturnya.
Menanggapi pernyataan pria itu, Ustadz Suparman pun mengatakan Presiden Jokowi selalu saja diserang dengan ujaran kebencian bernada fitnah.
"Selalu saja muncul ujaran kebencian yang bernada fitnah yang diarahkan ke pak Jokowi sebagai Presiden Indonesia," kata Suparman.
Menurutnya, fitnah yang kerap diarahkan ke Jokowi yakni soal komunis. Bahkan, Jokowi juga sering dituduh sebagai Firaun dan anti Islam.
"Yang acap kali muncul dan sering terdengar orang menuduh pemerintah komunis, menuduh pak Jokowi Firaun bahkan anti Islam," ungkapnya.
Ustadz Suparman pun menilai, pihak-pihak yang kerap menuduh Jokowi komunis dan Firaun itu adalah mereka yang mabok agama.
"Ini merupakan ujaran kebencian, framing negatif yang selalu dilontarkan oleh orang-orang yang mabok agama. Mereka sudah kehabisan cara bagaimana cara memojokkan pak Jokowi," ujarnya.









