Terkini.id, Jakarta – Pada perayaan hari ulang tahun (HUT) ke 49 PDIP, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sampaikan kritikan terhadap Presiden Jokowi hingga menjadi disorot.
Salah satunya, Direktur Arus Survei Indonesia (ASI), Ali Rifan menyebut kritik terbuka Megawati Soekarnoputri terhadap kepemimpinan Jokowi merupakan bentuk penegasan bahwa kepala negara itu hanyalah petugas partai PDIP.
Artinya, Jokowi harus sesuai dengan platform dan fatsun partainya.
“Megawati ingin menegaskan meski Jokowi Presiden ia adalah petugas partai PDIP. Artinya apa yang dilakukan Jokowi harus sesuai dengan platform dan fatsun partai,” ungkapnya.
Menurut Ali, selama ini hubungan Megawati dan Jokowi masuk kategori biasa saja, kadang mesra, kadang kurang mesra.
Ali bahkan berpandangan, mungkin saja Megawati menilai ada beberapa kebijakan penting Jokowi yang kurang mempresentasikan fatsun perjuangan PDIP.
Sebagai seorang ‘ibu’ di PDIP, Megawati hendak menegur Jokowi yang merupakan ‘anak’ dan disebut juga petugas partai. Dilansir dari Galamedia. Rabu, 12 Januari 2022.
Eks Manajer Riset Poltracking Indonesia mengatakan, seorang ibu memiliki berbagai cara dalam mengingatkan anaknya. Baik dengan cara dibiarkan, diingatkan secara tertutup dan bisa jadi diingatkan secara terbuka.
Sementara Megawati menggunakan cara terakhir, yakni mengingatkan secara terbuka.
“Megawati ingin memberikan kritik secara terbuka yang dipilih adalah kritikan terhadap anaknya (Jokowi) sendiri,” tandasnya.
Dalam podato politiknya di HUT ke 49 PDIP, Megawati mengkritik pemerintahan Jokowi yang belum mampu mengatasi tidak stabilnya harga sembako.
“Pak Jokowi, bayangkan, saya sering lihat tho, kemarin harga cabai sekian, harga minyak goreng sekian (tinggi), aneh menurut saya, kok klasik amat ya,” tuturnya.
“76 tahun (Indonesia) merdeka lho, masa begitu aja (masalahnya) dimana salahnya? ini untuk kritik,” sambungnya.
Megawati juga mengaku geram karena pada saat Indonesia dihantam pandemi, masih bergantung pada impor alat kesehatan (Alkes).










