JIP Gandeng Media Kampanye Pencegahan HIV/AIDS di Makassar

JIP Gandeng Media Kampanye Pencegahan HIV/AIDS di Makassar

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Terkini.id,Makassar - Jaringan Indonesia Positif (JIP) menggandeng sejumlah awak media di kota Makassar dalam rangka berdiskusi terkait pemberitaan positif bagi Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA). Pertemuan dengan para awak media tersebut berlangsung di Café Red jalan Yusuf Daeng Ngawing Makassar, Senin 19 Agustus sore kemarin. Muh Akbar A selaku Focal Point Jaringan Indonesia Positif berharap dengan digandenganya rekan media ini dapat memperkuat jejaring dengan mitra media untuk mengurangi atau meminimalisir stigma dan dsikriminasi dalam isu HIV, serta memaksimalkan peran dan keterlibatan mitra media dalam menyebarkan Informasi yang ada terkait pencegahan, penanggulangan, pengobatan HIV/ AIDS. “Kami berharap teman-teman media bisa memaksimalkan keterlibatannya dalam hal penyebaran informasi terkait pencegahan, penanggulangan dan pengobatan HIV/AIDS (ODHA),” tegasnya. Sementara itu, Tengku Rodhan perwakilan dari Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya (YPKDS), mengaku setiap tahun banyak persoalan yang dihadapi para pendamping, maupun orang-orang yang terlibat dalam penanganan HIV/AIDS (ODHA). “Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Makassar, hingga Maret 2019, komulatif penderita HIV/AIDS yang masuk dalam perawatan sebanyak 9.912 orang. Angka itu sudah termasuk penderita HIV maupun AIDS,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa dari angka tersebut, tercatat sebanyak 823 penderita yang meninggal dunia. Dan berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat 6.792 orang memenuhi syarat untuk mengonsumsi jenis obat yang disebut antiretroviral (ARV). “ARV bekerja dengan menghilangkan unsur yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri, dan mencegah virus HIV. Namun sayangnya, tidak semua orang yang diharuskan mengonsumsi ARV setiap hari,” tegasnya. Masih kata dia, sebanyak 5.199 ODHA yang pernah memulai ARV, namun tidak seluruhnya menjalani rutinitas konsumsi ARV tersebut. “Ada 72 orang yang terdeteksi menyetop ARV. Sementara 795 lost follow up alias tidak terdeteksi lagi oleh para pendamping,” pungkasnya.